Malam Puncak Milad ke-9 Laskar Macan Ali Nuswantara, Kapolres Ciko dan Ketua IWO Terima Pin Kehormatan

CIREBON – Koranprogresif.id – Laskar Macan Ali Nuswantara menggelar malam puncak peringatan Milad ke-9 di Alun-alun Kasepuhan, Kota Cirebon, Sabtu (26/10/2025) malam. Acara ini menjadi penutup dari berbagai rangkaian kegiatan sosial dan religius yang telah dilaksanakan sebelumnya, seperti santunan anak yatim, pembagian sembako, serta ziarah dan silaturahmi kepada para sesepuh.
Acara ini dihadiri berbagai tokoh lintas agama, unsur TNI–Polri, serta para panglima daerah Laskar Macan Ali dari berbagai wilayah di Indonesia itu berlangsung hangat dan penuh semangat kebangsaan.
Panglima Tinggi Laskar Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, mengatakan malam puncak milad kali ini juga menjadi ajang pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh, lembaga, serta aparat keamanan yang dinilai berjasa menjaga kondusivitas dan keharmonisan di Kota Cirebon.
“Penghargaan luar biasa kami berikan kepada masyarakat, tokoh masyarakat, organisasi profesi, TNI, dan Polri yang telah menjaga Kota Cirebon tetap kondusif, bertindak humanis, serta menciptakan rasa aman dan tenteram,” ujar Prabu Diaz.
Salah satu penerima penghargaan adalah Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., yang mendapatkan Pin Kehormatan Luar Biasa. Penghargaan itu diberikan atas dedikasinya menjaga situasi kamtibmas, termasuk saat penanganan aksi unjuk rasa pada 31 Agustus lalu yang berlangsung aman dan damai.
“Pak Kapolres menunjukkan sikap yang humanis dan menenangkan massa, sehingga aksi tersebut berakhir tanpa konflik,” tambahnya.
Selain Kapolres, penghargaan juga diberikan kepada Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Cirebon, Muslimin, yang dikenal aktif di bidang sosial dan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan. Ia juga menggagas terbentuknya komunitas wartawan penggerak toleransi, yang berperan mempererat kerukunan lintas agama di Kota Cirebon.
“Beliau sosok jurnalis yang peka dan berjiwa sosial tinggi. Komunitas yang dibentuknya menjadi contoh nyata dalam menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat,” ungkap Prabu Diaz.
Pada kesempatan yang sama, Laskar Macan Ali juga mengukuhkan sejumlah panglima baru dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Batam, Kepulauan Riau, Batang, Jakarta Barat, Majalengka, Sumedang, dan Bandung Barat, termasuk Panglima Majelis Tawasulan dan Zikir Macan Ali.
“Mereka diangkat untuk membimbing saudara-saudaranya di masing-masing wilayah,” jelasnya.
Menjelang usia satu dekade, Prabu Diaz menegaskan bahwa Laskar Macan Ali akan melakukan pengkajian dan perubahan pola pikir menuju arah perjuangan lima tahun ke depan. Fokus utamanya adalah peningkatan ekonomi anggota dan masyarakat sekitar.
“Milad ke-9 ini menjadi momentum untuk merancang rencana induk perjuangan. Kami ingin menghadirkan keadilan dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Roni)









