Kisah Agung, Guru Tunarungu Raih Prestasi Nasional Lewat Seni Lukis, PGRI Kota Cirebon Apresiasi Lewat Pameran Lukisan

Cirebon – Koranprogresif.id – Menjadi seorang tunarungu membuat Agung (27) menjalani kehidupan dengan cara yang berbeda dibandingkan kebanyakan orang. Keterbatasan pendengaran menjadikan komunikasi verbal sebagai tantangan besar dalam kesehariannya. Namun bagi Agung, keterbatasan itu bukan penghalang untuk berkarya dan mengabdi.
Agung berkomunikasi melalui gestur, ekspresi wajah, serta bahasa isyarat. Sejak dua tahun terakhir, ia mengabdikan diri sebagai guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Budi Utama, Kota Cirebon, yang juga menjadi tempatnya menimba ilmu sejak kecil.
Jika komunikasi menjadi tembok tinggi dalam hidupnya, seni lukis justru menjadi ruang bebas tanpa sekat. Di atas kanvas, Agung mampu berbicara dengan caranya sendiri. Tangannya bergerak mantap, menggoreskan cat akrilik dengan ritme yang teratur. Setiap garis dan bauran warna seakan menyimpan cerita yang tak terucap, karena bagi Agung, bahasa hadir dalam bentuk yang berbeda.
Bakat melukis Agung mulai terlihat sejak usia delapan tahun. Seorang guru di SLB Budi Utama kala itu melihat ketelitian gambar Agung kecil yang jauh melampaui anak seusianya.
“Waktu itu Agung masih umur delapan tahun dan memang belum bisa banyak hal, tapi coretan gambarnya sudah sangat bagus. Dari situ saya mulai mengasah kemampuannya,” ujar Betty, guru sekaligus penerjemah bahasa isyarat Agung.
Pada usia 12 tahun, Agung mulai menemukan ritme dan gaya melukis yang sesuai dengan dirinya. Ia lebih menyukai aliran realisme dan semi-realisme, meski tetap terbuka mengeksplorasi gaya lain sesuai kebutuhan.
Perjalanan pendidikannya pun penuh tantangan. Agung sempat mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan mengambil jurusan desain grafis. Namun, keterbatasan akses komunikasi di kelas reguler membuatnya hanya mampu bertahan hingga semester empat.
“Karena kelas reguler sangat bergantung pada penjelasan lisan, Agung akhirnya berhenti. Sekarang dia melanjutkan kuliah di jurusan Pendidikan Luar Biasa,” jelas Betty.
Dari bakat yang dimiliki, Agung telah memperoleh berbagai prestasi dari tingkat lokal hingga nasional.
Sejumlah penghargaan yang pernah diraih antara lain:
-Tahun 2013: Juara 3 Lomba Melukis SMPLB (FLS2N) Tingkat Nasional.
-Tahun 2015: Juara 1 Lomba Melukis SMALB Nasional (Gebyar dan Lomba Keterampilan Nasional).
-Tahun 2016: Juara 1 Lomba Membatik SMALB (FLS2N) Tingkat Nasional.
-Tahun 2016: Juara 1 Lomba Membuat Poster SMALB ABK Berseri Nasional.
-Tahun 2022: Juara 2 Kompetisi TIK Regional II Bidang Content Creator.
-Tahun 2022: Finalis Favorit Kategori Kemasan Cap Jawa Barat.
-Tahun 2024: Juara 1 Program Suara dalam Karya Art Workshop.
Selain mengikuti lomba, Agung juga telah menghasilkan berbagai karya bernilai tinggi. Lukisannya antara lain berupa potret wali kota, gubernur, serta mural yang telah terjual dengan harga cukup tinggi.
Sementara itu, Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto, menilai perjalanan dan prestasi Agung bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bukti bahwa guru difabel memiliki peran penting dalam memperkaya dunia pendidikan dan kebudayaan.
“Pak Agung adalah guru istimewa dengan talenta luar biasa. Kami merasa bangga dan punya kewajiban untuk mengangkat potensi yang dimilikinya. Kesuksesan Pak Agung adalah kebanggaan kami semua,” ujar Eka saat ditemui media (9/2/2026).
Sebagai bentuk apresiasi, PGRI Kota Cirebon menginisiasi pameran tunggal hasil karya-karya Agung. Pameran tersebut menampilkan sekitar 20 lukisan dan digelar di Gramedia Grage Mall, mulai 9 hingga 28 Februari 2026.
”Pameran ini digelar mulai 9 hingga 28 februari dan menampilkan sekitar 20 Lukisan hasil karya Pak Agung,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski masih banyak karya lain yang belum dipamerkan karena keterbatasan ruang, pameran ini diharapkan menjadi wadah apresiasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat.
Agung sendiri merupakan contoh nyata bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Dalam hening, ia berbicara lewat warna dan garis mengajarkan bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menembus batas apa pun. (Roni)

