Perempuan Bangsa Kota Cirebon Gelar Raker, Perkuat Konsolidasi dan Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Kota Cirebon – Koranprogresif.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perempuan Bangsa Kota Cirebon menggelar rapat kerja dalam rangka memperkuat konsolidasi organisasi serta menyusun program kerja ke depan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ballroom Bandar Jakarta, Jalan dr Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cirebon, sekaligus Penasihat DPC Perempuan Bangsa, Siti Farida Rosmawati, Ketua DPW Perempuan Bangsa, Hj. Yuningsih, Anggota DPRD Kota Cirebon, Abdul Wahid, serta Bendahara PKB, Gunawan. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap peran aktif organisasi perempuan dalam pembangunan daerah.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan bahwa Perempuan Bangsa harus mampu mentransformasikan aspirasi masyarakat menjadi narasi kebijakan yang teknokratis namun tetap humanis.
Menurutnya, pendekatan kebijakan yang diambil harus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, serta mampu melakukan intervensi melalui komunikasi yang efektif di berbagai sektor dan bidang strategis, termasuk dalam perlindungan terhadap perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.
Ia menegaskan bahwa Perempuan Bangsa harus hadir sebagai agen penguatan literasi politik dan kebijakan. Setiap pengurus diharapkan memahami regulasi daerah agar mampu memberikan advokasi yang tepat sasaran kepada masyarakat.
“Kita tidak boleh tertinggal dalam dinamika politik dan pembangunan di Kota Cirebon. Kita harus memperluas jaringan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menyusun program yang adaptif dan kolaboratif dengan berbagai elemen, termasuk organisasi kemasyarakatan dan unsur pemerintahan,” ujarnya.
Siti Farida juga menekankan bahwa transformasi Kota Cirebon yang dinamis di tengah arus modernisasi membutuhkan peran perempuan sebagai penjaga moralitas dan nilai-nilai sosial.
“Jangan pernah merasa kecil dalam ruang politik. Sejarah telah membuktikan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari keteguhan hati para perempuan yang peduli terhadap masa depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Perempuan Bangsa Kota Cirebon, Analis Wiratika, menyampaikan bahwa rapat kerja tersebut menjadi momentum strategis untuk melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi ke depan.
“Rapat kerja ini bukan hanya agenda rutin, tetapi menjadi ruang konsolidasi dan penguatan komitmen seluruh pengurus dalam menjalankan visi dan misi organisasi, terutama dalam upaya pemberdayaan perempuan di Kota Cirebon,” ujarnya.
Ia menegaskan, ke depan jajaran pengurus harus lebih memfokuskan program kerja pada bidang kesehatan, sosial, ekonomi, advokasi, serta hukum agar keberadaan organisasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Program ke depan harus lebih terarah dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Fokus pada kesehatan, sosial, ekonomi, advokasi, dan hukum menjadi prioritas agar Perempuan Bangsa mampu memberikan kontribusi nyata,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Ketua DPW Perempuan Bangsa, Hj. Yuningsih, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Rapat Kerja DPC Perempuan Bangsa Kota Cirebon. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan keseriusan organisasi dalam memperkuat peran dan program kerja ke depan.
“Rapat kerja Perempuan Bangsa Kota Cirebon ini sangat bagus, saya beri apresiasi. Bahkan sebelum raker pun, setelah pelantikan dan muscab, sudah banyak program yang berjalan. Jadi kita realistis saja, raker ini disusun yang rasional dan terjangkau agar bisa benar-benar dilaksanakan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya karena Perempuan Bangsa memiliki Wakil Wali Kota dari unsur eksekutif, sehingga membuka peluang sinergi dalam pelaksanaan program.
“Ini bisa menjadi jembatan agar Perempuan Bangsa dapat ikut mengaplikasikan program-program pemerintah. Jadi ada sinergi dan take and give yang saling menguatkan,” katanya.
Lebih lanjut, Hj. Yuningsih menegaskan bahwa sebagai organisasi perempuan yang bernaung dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), setiap program harus tetap sejalan dan terkoordinasi dengan partai.
“Karena kita organisasi yang hidupnya ada di PKB, maka hasil raker ini nantinya harus disampaikan dan disandingkan dengan Ketua PKB. Selanjutnya bisa dirumuskan di fraksi, karena kebijakan dan program itu ada di fraksi. Jadi raker ini bukan sekadar instruksi, tetapi harus bisa diimplementasikan dan benar-benar memberi manfaat bagi Perempuan Bangsa,” tegasnya. (Roni)











