OJK Cirebon Hadirkan TAKON OJK di Indramayu, Perkuat Literasi dan Pelindungan Konsumen

Indramayu – Koranprogresif.id – Dalam rangka memperkuat pelindungan Konsumen sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kantor OJK Cirebon melaksanakan program TAKON OJK (Tanya dan Konsultasi Keuangan kepada OJK) di Kabupaten Indramayu, pada Jumat (20/2/2026).
Program TAKON OJK merupakan inovasi layanan OJK yang tidak hanya menghadirkan akses konsultasi dan pengaduan Konsumen, tetapi juga menjadi sarana edukasi keuangan langsung kepada masyarakat. Melalui skema layanan virtual maupun hybrid,
masyarakat dapat memperoleh informasi, pemahaman, serta pendampingan terkait
produk dan layanan sektor jasa keuangan tanpa harus datang langsung ke Kantor
OJK.
Pelaksanaan program ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun
2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, yang menegaskan peran strategis OJK dalam memberikan pelindungan kepada Konsumen dan masyarakat.
Kabupaten Indramayu dipilih sebagai lokasi pelaksanaan mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi, edukasi, serta konsultasi di sektor jasa keuangan. Melalui TAKON OJK, masyarakat memperoleh sejumlah manfaat, antara lain edukasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan, pemahaman hak dan kewajiban sebagai konsumen, peningkatan kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman online ilegal, akses konsultasi atas permasalahan dengan Pelaku Usaha Jasa Keuangan, serta kemudahan penyampaian pengaduan secara cepat dan terjangkau.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib menyampaikan bahwa kehadiran TAKON OJK merupakan
langkah konkret untuk memastikan OJK hadir dalam memberikan edukasi dan
pelindungan kepada masyarakat.
“TAKON OJK bukan hanya layanan konsultasi, tetapi juga ruang edukasi bagi
masyarakat agar semakin memahami produk dan layanan keuangan secara utuh.
Kami ingin masyarakat Indramayu tidak hanya terlindungi ketika menghadapi masalahkeuangan, tetapi juga semakin cerdas dan waspada sebelum mengambil keputusan keuangan,” ujarnya.
Ia menambahkan penguatan literasi keuangan merupakan strategi preventif yang sangat penting di tengah meningkatnya kompleksitas produk dan maraknya kejahatan keuangan digital.
“Dengan literasi yang baik, masyarakat memiliki daya tahan terhadap penipuan dan investasi ilegal. Edukasi adalah benteng pertama pelindungan Konsumen,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Indramayu melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu
menyambut baik dan menegaskan dukungannya terhadap program TAKON OJK yang akan dilaksanakan melalui 31 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu.
“Program TAKON OJK merupakan bentuk kerjasama dan upaya yang dilakukan OJK
bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam rangka pelindungan masyarakat di sektor jasa keuangan. Kepada seluruh kecamatan, agar dapat memanfaatkan program TAKON OJK dengan maksimal dan memastikan setiap desa mengetahui serta mendapatkan informasi terkait program ini sehingga masyarakat lebih teredukasi dan
mendapatkan solusi jika terdapat permasalahan terhadap produk dan layanan pada sektor jasa keuangan maupun aktivitas keuangan ilegal,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu.
Dengan karakteristik Kabupaten Indramayu yang memiliki aktivitas ekonomi dinamis serta penggunaan produk keuangan yang terus berkembang, penguatan literasi menjadi faktor kunci dalam mencegah kerugian akibat misinformasi maupun praktik
keuangan ilegal.
Kehadiran TAKON OJK di Kabupaten Indramayu diharapkan mampu memperkuat sinergi antara OJK dan Pemerintah Daerah dalam membangun ekosistem pelindungan Konsumen yang berbasis edukasi, aksesibilitas layanan, serta responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat.
OJK berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang semakin dekat, inklusif, dan berdampak nyata. TAKON OJK merupakan wujud nyata komitmen OJK dalam memperluas literasi dan memperkuat pelindungan Konsumen guna mendukung stabilitas dan keberlanjutan sektor jasa keuangan di daerah. (Roni)










