TNI Polri

BNNP Jateng dan Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI, Dorong Eks Klien Narkoba Bangkit dan Mandiri

SEMARANG || Koranprogresif.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) memperkuat sinergi lintas instansi dalam upaya pemulihan sosial dan ekonomi bagi eks klien penyalahgunaan narkotika. Bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung, serta Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang dan Dinas Sosial Kota Semarang, BNNP Jateng menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi masyarakat Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Kamis (5/3).

 

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Layanan Autis Dinas Sosial Kota Semarang ini, menjadi bagian dari penguatan layanan pascarehabilitasi, guna memastikan proses pemulihan klien narkoba tidak berhenti pada aspek kesehatan semata, tetapi juga mencakup penguatan kemandirian ekonomi.

 

Sebanyak 36 penerima manfaat, yang terdiri dari klien rehabilitasi BNNP Jawa Tengah dan klien pemasyarakatan Bapas Semarang, menerima bantuan berupa paket pemenuhan hidup layak serta dukungan modal kewirausahaan.

 

Melalui keterangannya, Kamis (5/3), Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, menegaskan pentingnya menghapus stigma terhadap eks klien penyalahgunaan narkoba.

 

“Bagi kami, klien yang pernah terlibat narkoba tidak boleh terus-menerus diberi stigma negatif seolah hidupnya telah berakhir. Pemulihan mereka adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. Kolaborasi ini adalah bukti nyata bahwa penanganan narkoba harus dilakukan secara holistik, karena BNN tidak mungkin bekerja sendiri dalam memulihkan karakter bangsa,” ujarnya.

 

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, M. Agus Junaidi, yang menilai, bantuan tersebut sangat penting bagi masyarakat rentan.

 

Menurutnya, di Kota Semarang terdapat sekitar 141 ribu jiwa yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

 

“Bantuan dari BNNP dan Kementerian Sosial ini sangat berarti, karena tidak semua kebutuhan masyarakat rentan dapat sepenuhnya dipenuhi melalui APBD,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Bapas Kelas I Semarang, Totok Budiyanto, menilai, dukungan ekonomi merupakan faktor penting dalam mencegah kekambuhan atau relapse pada eks pengguna narkoba.

 

“Permasalahan narkoba sering kali berkaitan erat dengan persoalan ekonomi. Tanpa kemandirian ekonomi, risiko seseorang untuk kembali terjerumus sangat besar. Bantuan modal usaha ini menjadi langkah konkret agar mereka dapat kembali hidup mandiri di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung, dr. Nova Dwiyanto Suli, menjelaskan bahwa, bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan penerima melalui proses asesmen.

 

“Bantuan kewirausahaan yang diberikan antara lain peralatan laundry, mesin cuci, hingga lemari pendingin untuk mendorong usaha mandiri. Selain itu, juga diberikan bantuan pemenuhan hidup layak seperti sembako dan perlengkapan tidur agar para penerima manfaat dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak dan sejahtera,” jelasnya.

 

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat.

 

Melalui sinergi lintas sektor ini, BNNP Jawa Tengah berharap para penerima bantuan mampu memanfaatkan dukungan tersebut secara optimal untuk membangun kehidupan baru yang produktif, mandiri dan tetap bersih dari narkoba. (Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock