Ragam

STAI Yogyakarta Adakan Yudisium 2026

 

YOGYAKARTA || Koranprogresif.id – Sebanyak 55 peserta mengikuti yudisium Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta yang digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, pukul 09.00 WIB, di Auditorium Sidang Semu kampus tersebut. Mengusung tema “Level Up Your Future: From Knowledge to Real Economic Impact”, acara ini menjadi penanda transisi para mahasiswa dari dunia akademik menuju tantangan nyata di masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Ketua STAI Yogyakarta, Dr. Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd. yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi perubahan zaman. Ia menyebut bahwa, gelar akademik bukanlah garis akhir, melainkan pintu awal untuk berkontribusi secara konkret di tengah dinamika sosial dan ekonomi.

“Ilmu yang diperoleh selama perkuliahan harus mampu ditransformasikan menjadi nilai yang berdampak. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat luas,” ujar Diyah di hadapan peserta yudisium dan para tamu undangan.

Suasana auditorium tampak khidmat namun tetap hangat. Para peserta, yang berasal dari berbagai program studi, mengikuti prosesi dengan penuh antusias. Kehadiran Wakil Ketua I, II dan III, para Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta sejumlah tamu undangan turut menambah semarak acara.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia menghadirkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Gunungkidul, H. Chairul Agus Mantara, S.IP., M.M. sebagai pembicara tunggal. Dalam paparannya yang bertajuk “Navigasi Karier Masa Depan”, ia mengajak para lulusan untuk lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja.

Menurut pria yang populer Gus Man, masa depan karier tidak lagi bersifat linear. Lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki fleksibilitas, kemampuan belajar berkelanjutan, serta keberanian untuk menciptakan peluang baru. “Jangan hanya menjadi pencari kerja. Jadilah pencipta nilai, bahkan jika perlu pencipta lapangan kerja,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan. Dalam konteks daerah seperti Gunungkidul, inovasi dan riset dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu oleh moderator, dosen sekaligus pengasuh Pesantren Latifah Mubarokiyah Bantul r, Dr. (C.) K.H.M. Rofik Mualimin, Lc., M.Pd.I. Ia mengarahkan percakapan agar tetap relevan dengan kebutuhan lulusan, sekaligus membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan.

Beberapa peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam tentang strategi memasuki dunia kerja dan peluang berwirausaha. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul mencerminkan kegelisahan sekaligus harapan generasi muda dalam menghadapi masa depan.

Yudisium ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan juga momentum refleksi. Tema yang diusung menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Di akhir acara, para peserta menerima ucapan selamat dari pimpinan kampus dan dosen. Senyum dan rasa haru tampak menghiasi wajah mereka, menandai berakhirnya satu fase perjalanan sekaligus dimulainya babak baru.

Dengan bekal ilmu dan semangat yang ditanamkan, para lulusan STAI Yogyakarta diharapkan mampu benar-benar “level up”—melangkah lebih jauh, lebih siap, dan lebih berdampak di tengah masyarakat. (MRM/Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock