90 Peserta se-Wilayah III Cirebon Ikuti Pasanggiri Pencak Silat Dandim 0614 Cup 2026

KOTA CIREBON – Koranprogresif.id – Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kota Cirebon berkolaborasi dengan Kodim 0614/Kota Cirebon menggelar Kejuaraan Pasanggiri Pencak Silat bertajuk “Dandim 0614 Cup 2026” se-Wilayah III Cirebon yang berlangsung di Pendopo 76 Makodim 0614 Kota Cirebon, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya melestarikan seni budaya pencak silat di kalangan generasi muda sekaligus memasyarakatkan kembali seni ibing pencak silat yang kini mulai kurang diminati.
Ketua Harian PPSI Kota Cirebon, Bambang Prawoto, mengatakan saat ini banyak anak muda lebih tertarik pada pertandingan silat prestasi dibanding seni budaya pencak silat itu sendiri.
“Sekarang anak-anak lebih suka tanding. Padahal pencak silat yang diakui UNESCO itu adalah seni budayanya, bukan tandingnya,” ujar Bambang.
Menurutnya, PPSI memiliki peran berbeda dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Jika IPSI fokus pada pembinaan prestasi olahraga, maka PPSI lebih menitikberatkan pada pelestarian budaya dan tradisi pencak silat warisan leluhur atau budaya karuhun.
“Kalau IPSI mengelola prestasi, sementara PPSI memelihara budaya buhun atau budaya karuhun,” katanya.
Bambang menjelaskan, PPSI kini terus berkembang di berbagai daerah. Saat ini organisasi tersebut telah memiliki cabang di sekitar 15 provinsi di Indonesia bahkan telah berkembang hingga lima negara.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Dandim 0614/Kota Cirebon yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap pelestarian seni budaya pencak silat di Kota Cirebon.
“Beliau sangat respons agar seni budaya pencak silat ini kembali digemari anak-anak muda,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan pasanggiri kali ini, sebanyak 90 peserta ambil bagian dalam 13 kategori perlombaan dengan melibatkan delapan perguruan pencak silat dari wilayah III Cirebon.
Meski demikian, Bambang menilai jumlah peserta sebenarnya berpotensi lebih besar apabila waktu sosialisasi lebih panjang.
“Kalau persiapan dua sampai tiga bulan, peserta bisa ratusan. Karena peminat seni ibing pencak silat ini sebenarnya banyak,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan Pasanggiri Pencak Silat ini dapat menjadi agenda tahunan dan mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah daerah maupun Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Ia menegaskan, PPSI kini telah resmi masuk sebagai induk organisasi olahraga masyarakat (Inorga) di KORMI tingkat pusat sehingga diharapkan keberadaannya juga semakin diperhatikan di daerah.
“Pencak silat ini budaya bangsa yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Kalau pemerintah daerah tidak peduli, nanti bagaimana nasib generasi yang akan datang,” tegasnya.
Selain sebagai warisan budaya, Bambang menilai pencak silat juga memiliki manfaat besar dalam pembentukan karakter, disiplin, serta kemampuan bela diri bagi anak-anak dan generasi muda.
“Kalau ini dimasyarakatkan, seribu anak latihan bersama di lapangan pun bisa. Gerakannya sederhana tetapi manfaatnya luar biasa,” pungkasnya. (Roni)





