Pendidikan

Menatap Masa Depan Kampus, STAI Yogyakarta Matangkan Strategi Pendidikan

 

YOGYAKARTA || Koranprogresif.id — Suasana di ruang laboratorium Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta tampak sedikit berbeda pada Jumat pagi, 22 Mei 2026. Alih-alih dipenuhi mahasiswa yang sedang membedah data, ruangan tersebut justru dipadati oleh para petinggi kampus. Tepat pukul 09.00 WIB, mereka berkumpul dengan satu agenda besar: Rapat Penguatan Pendidikan demi mendongkrak mutu akademik institusi.

Acara yang berlangsung hangat namun serius ini dibuka langsung oleh perwakilan pimpinan, Bapak Gufron Masduki. Dalam sambutan pembukanya, ia menekankan pentingnya sinergi dan adaptasi cepat di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi keagamaan saat ini.

> “Tantangan ke depan tidak semakin mudah. Kampus bukan lagi sekadar tempat transfer ilmu, melainkan kawah candradimuka yang harus melahirkan lulusan berkarakter dan berdaya saing global,” ujar Gufron di hadapan peserta rapat.

Setelah pembukaan resmi, kendali diskusi diserahkan kepada Ibu Ria Khairiyah selaku Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAI Yogyakarta. Sebagai nahkoda rapat, Ibu Ria langsung memetakan poin-poin krusial yang menjadi pekerjaan rumah bersama. Fokus utamanya adalah bagaimana mengintegrasikan penguatan kurikulum berbasis kompetensi dengan standar mutu yang ketat, tanpa menghilangkan ciri khas nilai Islam yang ramah dan moderat.

Suasana rapat mengalir dinamis dengan gaya bahasa yang ringan dan cair, jauh dari kesan birokratis yang kaku. Ide-ide segar mengalir dari para peserta yang hadir. Tampak duduk di kursi rapat, jajaran Ketua dan Sekretaris Program Studi (Prodi) dari berbagai disiplin ilmu di STAI Yogyakarta. Mereka adalah para motor penggerak dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Ekonomi Syariah (ES), dan Hukum Keluarga (HK).

Kehadiran lengkap para pengambil kebijakan di tingkat prodi ini membuat pembahasan menjadi sangat komprehensif. Perwakilan dari rumpun pendidikan (PBA, PGMI, dan PAI) banyak menyoroti inovasi metode pembelajaran digital untuk calon pendidik. Sementara itu, dari rumpun syariah dan hukum (ES dan HK), diskusi hangat berputar pada sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri keuangan syariah serta praktisi hukum yang makin kompleks.

Ibu Ria Khairiyah mengingatkan bahwa penguatan mutu pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri.

“Setiap prodi memiliki karakteristik unik, namun kita punya tujuan yang sama. LPM akan terus mendampingi agar standarisasi mutu ini berjalan beriringan dengan kreativitas dosen di kelas,” urai Ria optimis.

Pertemuan di ruang laboratorium yang berakhir menjelang siang tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi penting. Beberapa di antaranya adalah komitmen pembaruan silabus berbasis luaran (outcome-based education), peningkatan publikasi ilmiah kolaboratif antara dosen dan mahasiswa, serta penguatan sistem evaluasi pembelajaran berkala.

Melalui rapat penguatan ini, STAI Yogyakarta seperti sedang mengirimkan pesan kuat: mereka siap berlari lebih kencang, menembus batas-batas tradisional demi mencetak generasi emas yang unggul dan berakhlak mulia. (MRM/Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock