TNI Polri

Prevalensi Narkoba Remaja Meningkat, BNNP Jateng Perkuat Peran Guru BK Melalui Bimtek Penggiat P4GN di Kudus

KUDUS || Koranprogresif.id – Ancaman penyalahgunaan narkoba di Indonesia terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, khususnya di kalangan generasi muda usia produktif dan pelajar. Perkembangan teknologi digital, media sosial, hingga munculnya berbagai jenis narkotika baru menjadi tantangan serius yang memerlukan akselerasi dan elaborasi penanganan secara kolaboratif, terutama di lingkungan sekolah dan keluarga.

 

Sebagai bentuk penguatan upaya pencegahan, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada Guru BK SMP Negeri se-Kabupaten Kudus Tahun 2026 yang berlangsung pada 25–26 Mei 2026 di Ruang Rapat Dinas Dukcapil Kabupaten Kudus.

 

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H, M.H, menegaskan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar BNN dalam memperkuat langkah preventif terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan sekaligus implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam penguatan pemberantasan narkoba.

 

“Bimtek ini bukan sekadar agenda pelatihan biasa, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan bersih dari narkoba. Guru memiliki posisi strategis sebagai role model sekaligus garda terdepan dalam pendidikan karakter,” ujar Toton Rasyid.

 

Dalam kesempatan tersebut, Toton Rasyid juga memperkenalkan penguatan program ANANDA BERSINAR yang menjadi salah satu gerakan strategis BNN RI dalam membangun ketahanan generasi muda sejak usia dini. “ANANDA BERSINAR merupakan kepanjangan dari Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba. Program ini menjadi gerakan nasional unggulan BNN RI untuk melindungi anak-anak dan membangun generasi muda yang bersih dari penyalahgunaan narkotika sejak dini,” jelasnya.

 

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang aman yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun nilai, karakter, dan ketahanan pribadi siswa dari ancaman narkoba. “Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan represif. Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Melalui tangan para pendidik, kita ingin melahirkan generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, berintegritas, dan bebas narkoba,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kudus, Andrias Wahyu Adi Setiawan, AP., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kudus terhadap upaya P4GN. “Mewakili Bapak Bupati Kudus, terima kasih atas kehadiran dan kerawuhan seluruh peserta. Kabupaten Kudus tentu sangat mendukung kegiatan ini karena bahaya narkoba dapat memperparah kondisi generasi muda kita,” ujarnya.

 

Ia juga mengakui bahwa, potensi kerawanan narkoba di Kabupaten Kudus perlu menjadi perhatian bersama. “Potensi penyalahgunaan narkoba di Kudus juga cukup rawan. Bahkan data menunjukkan anak-anak muda sudah banyak yang terpapar pil-pil berbahaya tersebut. Karena itu kita harus memperkuat lingkungan keluarga dan sekolah sebagai benteng utama pencegahan,” tegas Andrias.

 

Lebih lanjut, pihaknya menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dan berkolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program-program P4GN. “Kami siap mendukung dan berkolaborasi bersama BNNP Jawa Tengah. Kita dukung semua kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Salah satu peserta kegiatan, Diah Ariyani, S.Pd, guru BK dari SMP 1 Undaan Kudus, menyampaikan bahwa, kegiatan Bimtek Penggiat P4GN ini memberikan banyak manfaat dan wawasan baru bagi para guru BK dalam menghadapi tantangan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar saat ini.

 

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat ancaman narkoba semakin dekat dengan kehidupan remaja sehingga guru harus terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan pendekatan kepada siswa. “Materi yang diberikan sangat lengkap dan relevan dengan kondisi generasi muda sekarang. Kami mendapatkan pemahaman baru terkait pola penyebaran narkoba melalui media sosial, literasi digital, hingga cara melakukan pendekatan preventif kepada siswa,” ujar Diah Ariyani.

 

Ia menilai, guru BK memiliki peran penting sebagai tempat pertama siswa bercerita ketika menghadapi persoalan di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari. Karena itu, penguatan kapasitas guru BK menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan. “Selama ini guru BK sering menjadi tempat konsultasi dan pendampingan siswa. Dengan adanya bimtek ini, kami menjadi lebih siap dalam memberikan edukasi, penguatan karakter, dan deteksi dini terhadap perilaku berisiko di lingkungan sekolah,” lanjutnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi mulai dari strategi kebijakan P4GN, aspek hukum, pencegahan, pengetahuan dasar adiksi dan rehabilitasi, pengembangan karakter individu, public speaking, literasi digital, hingga penyusunan rencana aksi P4GN di lingkungan sekolah.

 

Selain itu, BNNP Jawa Tengah juga terus mendorong pendekatan kolaboratif melalui penguatan sekolah sebagai pusat pembentukan karakter dan ketahanan sosial masyarakat. Sekolah harus menjadi ruang aman, ruang tumbuh, dan ruang harapan bagi generasi muda. Karena perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, BNNP Jawa Tengah berharap, lahir semakin banyak penggiat P4GN di lingkungan pendidikan yang mampu menjadi agen perubahan serta memperkuat gerakan “Jawa Tengah Bersinar” melalui pendekatan kolaboratif, humanis dan berbasis pendidikan. (Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock