BNNP dan Kwarda Pramuka Jateng, Teken PKS Pembentukan SAKA Anti Narkoba se-Jawa Tengah, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Ancaman Narkoba

SEMARANG || Koranprogresif.id — Komitmen memperkuat perang melawan narkoba di kalangan generasi muda terus diperkuat. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di Kantor Kwarda Jawa Tengah, Semarang, Selasa (26/5).
Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperluas gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) hingga ke akar rumput melalui jaringan Gerakan Pramuka yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Penandatanganan PKS dilakukan langsung oleh Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H, M.H, bersama Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., disaksikan jajaran pejabat BNNP Jateng, pengurus pleno Kwarda, serta anggota Pramuka Penegak dan Pandega.
Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, menegaskan bahwa, ancaman narkotika saat ini semakin masif dan menyasar usia muda dengan berbagai modus baru, termasuk peredaran zat adiktif jenis baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pramuka yang memiliki sistem pendidikan karakter kuat dan menjangkau hingga tingkat desa. Kami ingin membangun semangat ‘Pramuka Anti Narkoba’ agar setiap anggota mampu menjadi pelopor, penggerak, sekaligus benteng pertama di lingkungan keluarga dan masyarakat,” tegas Toton Rasyid.
Ia menambahkan, kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan akan diwujudkan dalam berbagai langkah nyata dan terukur. Di antaranya melalui pembentukan SAKA Anti Narkoba sosialisasi masif P4GN, pembentukan Satgas Pramuka Bersinar, pelaksanaan tes urine berkala, penguatan regulasi internal, hingga pelatihan kader antinarkoba di lingkungan kepramukaan.
“BNNP Jawa Tengah siap memberikan dukungan penuh, mulai dari penyuluh, materi edukasi, hingga pendampingan teknis agar gerakan ini benar-benar berjalan efektif dan berdampak luas,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc, menyambut baik sinergi tersebut dan menilai kerja sama ini sejalan dengan nilai-nilai Dasadarma Pramuka yang menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta hidup sehat dan bersih dari penyimpangan perilaku.
“Pramuka Jawa Tengah siap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan bahaya narkoba. Dengan kekuatan anggota yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota, kami optimistis gerakan ini mampu menjadi kekuatan sosial yang besar dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika,” ujar Prof. Budi.
Menurutnya, edukasi antinarkoba nantinya juga akan diintegrasikan ke dalam berbagai aktivitas kepramukaan, termasuk penguatan materi dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK).
“Pemahaman tentang bahaya narkoba harus menjadi bagian dari karakter dan kompetensi dasar anggota Pramuka. Jadi bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar menjadi budaya hidup sehat dan produktif,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarda Jawa Tengah, Drs. Wika Bintang, M.M, memastikan pihaknya segera menindaklanjuti implementasi kerja sama melalui langkah-langkah teknis di lapangan.
“Kami akan segera menyusun panduan praktis sosialisasi P4GN berbasis kepramukaan dan mengoptimalkan peran Pramuka Peduli di setiap daerah agar dapat bersinergi dengan BNN Kabupaten/Kota. Gerakan ini akan berjalan simultan dari tingkat provinsi hingga gugus depan,” jelas Wika Bintang.
Ia juga mengungkapkan bahwa, Kwarda Jawa Tengah akan menyiapkan program Training of Trainers (ToT) bagi para pembina Pramuka agar pesan-pesan antinarkoba dapat disampaikan secara kreatif, komunikatif, dan mudah diterima generasi muda.
Ruang lingkup kerja sama ini meliputi penyebarluasan informasi dan edukasi P4GN, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan sarana dan prasarana bersama, hingga evaluasi berkala setiap enam bulan untuk mengukur efektivitas program.
Melalui kolaborasi ini, BNNP Jawa Tengah dan Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan dan pembinaan generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Sinergi ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan “Jawa Tengah Bersinar” (Bersih Dari Narkoba) demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa. (Red).




