Perkuat Sinergi dan Disiplin, FPP Gunung Putri Gelar Rapat Koordinasi dan Rumuskan Keputusan Strategis

BOGOR || Koranprogresif.id — Forum Pondok Pesantren (FPP) Kecamatan Gunung Putri sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Musyawarah Akbar yang dihadiri oleh seluruh pimpinan Pondok Pesantren se-Kecamatan Gunung Putri. Pertemuan strategis ini berlangsung khidmat di Ruang Aula Masjid Darussalam, Kota Wisata, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Ahad (31 Mei 2026 M) (bertepatan dengan 14 Dzulhijjah 1447 H).
Pertemuan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Masjid Darussalam Kota Wisata, H. Novil.
Dalam sambutan pembukaannya, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya keteladanan dari para pimpinan pesantren. Beliau menekankan agar pimpinan pondok pesantren senantiasa memberikan uswah atau suri tauladan yang baik kepada para santri, salah satunya dengan membiasakan kedisiplinan yang ketat dalam segala aktivitas.
“Komitmen terhadap waktu, seperti kehadiran tepat waktu dalam forum musyawarah, menjadi poin penting yang disorot demi menjaga marwah lembaga keagamaan,” ujarnya.
Selain menekankan aspek disiplin, H. Novil juga menegaskan dukungan penuh dari Yayasan Masjid Darussalam terhadap seluruh pergerakan nyata yang diinisiasi oleh FPP Gunung Putri. “Pihak yayasan mendorong langkah serius dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an secara terstruktur, yang dimulai dengan pendataan menyeluruh di tingkat Rukun Tetangga (RT) hingga tingkat Desa di seluruh wilayah Kecamatan Gunung Putri,” imbuhnya.
*Akselerasi Metode Tilawati untuk Berantas Buta Aksara*
Suasana dinamis terlihat di sela-sela acara. Saat sesi coffee break, agenda diisi dengan ruang diskusi informal (sharing) yang membahas peta jalan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.
Diskusi ini dipantik oleh Ketua FPP Gunung Putri, Ust. Muhammad Nur Fauzi, yang menguraikan tantangan riil di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Penasehat FPP Gunung Putri, Ust. Ahmad Sugiarto, memaparkan potret serta fakta empiris yang ditemui di lembaga pendidikan maupun di tengah masyarakat umum. Selama ini, beliau aktif bergerak dalam pengentasan program buta aksara Al-Qur’an melalui inovasi taktis berupa “Metode Tilawati”.
Metode Tilawati dinilai sangat adaptif karena dapat diimplementasikan secara luas, mulai dari anak usia dini (PAUD/TK), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), kalangan santri di Pondok Pesantren, hingga masyarakat umum dari jenjang usia remaja hingga dewasa.
“FPP Gunung Putri optimis metode ini mampu mempercepat realisasi pembebasan buta huruf Al-Qur’an di kawasan Gunung Putri,” tandasnya.
Hasil Musyawarah dan Konsensus Strategis
Musyawarah yang berlangsung hingga sore hari tersebut berhasil merumuskan dan menyepakati 12 poin keputusan strategis demi kemajuan organisasi, kesejahteraan santri, serta penguatan internal kelembagaan FPP Kecamatan Gunung Putri.
– Menyepakati pengadaan iuran wajib setiap bulan sebesar Rp 50.000 bagi setiap anggota FPP Kecamatan Gunung Putri untuk menopang kemandirian organisasi.
– Pondok Pesantren Darussalam Kota Wisata memberikan sumbangan dana stimulan sebesar Rp 2.000.000 untuk menunjang kelancaran operasional awal FPP.
– Mewajibkan setiap Pondok Pesantren untuk menyusun dan membuat buku sejarah masing-masing pesantren melalui kerja sama resmi dengan pihak penerbit.
– Mengadakan dan membuat seragam resmi bagi seluruh anggota FPP Kecamatan Gunung Putri sebagai simbol identitas dan persatuan.
– Pondok Pesantren Darussalam Kota Wisata menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung, mensupport, serta berkolaborasi dengan FPP dalam agenda pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.
– Melakukan penataan kembali, memastikan, serta mempertegas status kepesertaan dalam keikutsertaan sebagai anggota resmi FPP.
– Mengimbau seluruh anggota FPP untuk lebih menghargai undangan waktu yang telah ditetapkan panitia, guna menaikkan level disiplin demi menciptakan uswah hasanah bagi para santri.
– Mengumumkan adanya peluang 11.000 lowongan pekerjaan di sektor perkebunan sawit bagi para santri yang berminat dan telah menyelesaikan masa pendidikan.
– Menetapkan Kyai Makmur Subur, S.Pd (Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Makmur Pojok Iping) sebagai Ketua Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026.
– Menyepakati lokasi pelaksanaan lomba dan Upacara di Kantor Kecamatan, kegiatan Istighosah bertempat di Masjid Darussalam, serta Panggung Gembira diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Amien Nagrak.
– Mengingatkan seluruh pengelola untuk menjaga dan merawat Izin Operasional (IJOP) masing-masing pesantren, mengingat regulasi pengurusan persyaratan IJOP saat ini semakin ketat dan berbiaya tinggi karena wajib menyertakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
– Menunjuk Ust. Fadil sebagai Koordinator Operator FPP dan Ust. Najib sebagai Koordinator Media FPP untuk memperkuat digitalisasi informasi.
Melalui rilis 12 keputusan ini, Forum Pondok Pesantren Kecamatan Gunung Putri berkomitmen penuh untuk menjaga persatuan, mempererat ukhuwah antar-pondok, serta membentengi umat dari berbagai arus informasi negatif yang masif berkembang di berbagai media saat ini. (Red/WN).










