Sosbud

Sanggar Tari Panji Budaya Wisuda 11 Peserta, Perkuat Regenerasi Tari Tradisional Cirebon

‎KAB. CIREBON – Koranprogresif.id – Sanggar Tari Panji Budaya kembali menggelar prosesi wisuda bagi para peserta didiknya sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan tari dasar, Minggu (5/7/2026).

‎

‎Pada wisuda edisi ketiga ini, sebanyak 11 peserta dinyatakan lulus setelah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran dan penguasaan tujuh tari dasar khas Cirebon.

‎

‎Ketua Sanggar Tari Panji Budaya, Suhada, menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran di sanggarnya dilakukan secara rutin, disertai kegiatan eksplorasi yang digelar setiap enam bulan. Wisuda diberikan kepada peserta yang telah menuntaskan seluruh materi tari dasar.

‎

‎”Peserta harus menyelesaikan tujuh tarian terlebih dahulu, kemudian mengikuti ujian pada setiap tahapan. Setelah seluruh nilai terkumpul dan dinyatakan lulus, barulah mereka diwisuda,” ujar Suhada.

‎

‎Ia menyebutkan, tujuh tarian dasar yang wajib dikuasai meliputi Tari Ronggeng Mentrik, Tari Kandagan, Tari Merak, Tari Topeng Samba, Tari Topeng Rumyang, Tari Belantek, dan Tari Manggalayu.

‎

‎Sebelum melanjutkan ke materi tari berikutnya, setiap peserta harus mengikuti ujian dan memperoleh sertifikat yang ditandatangani Ketua Sanggar. Setelah seluruh tahapan selesai, peserta akan menerima sertifikat kelulusan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon.

‎

‎Menurut Suhada, proses pembelajaran tidak selalu memakan waktu hingga tiga tahun. Bahkan, peserta pada angkatan kali ini mampu menyelesaikannya dalam waktu sekitar dua tahun karena dinilai memiliki kemampuan belajar yang sangat baik.

‎

‎”Anak-anak sekarang sangat cerdas sehingga bisa menyelesaikan materi lebih cepat,” katanya.

‎

‎Wisuda tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga. Pada angkatan pertama terdapat tiga peserta yang lulus, angkatan kedua sebanyak tujuh peserta, sedangkan angkatan ketiga meningkat menjadi 11 peserta.

‎

‎Ia menambahkan, pembinaan seni tari harus terus dilakukan agar kesenian tradisional Indonesia, khususnya tari-tarian khas Cirebon, tidak punah. Bahkan, saat ini terdapat lulusan peserta yang memiliki kemampuan menonjol dan dipersiapkan menjadi pelatih bagi adik-adik kelasnya.

‎

‎”Anak-anak yang memiliki bakat akan kami bina menjadi pelatih, sehingga regenerasi bisa berjalan. Saat ini sudah mulai muncul bibit-bibit baru yang memiliki potensi, salah satunya merupakan wisuda angkatan pertama yang sedang dilatih untuk menjadi pelatih,” tambahnya.

‎

‎Suhada berharap para lulusan tidak berhenti belajar setelah diwisuda. Mereka diharapkan mampu mengembangkan ilmu tari yang diperoleh di lingkungan masing-masing sekaligus melanjutkan pembelajaran di sanggar lain agar kemampuan mereka semakin berkembang.

‎

‎”Harapan kami, setelah lulus mereka bisa mengembangkan tari tradisional di kampung atau wilayahnya masing-masing. Kalau memungkinkan, mereka juga bisa melanjutkan belajar di sanggar lain yang lebih besar agar semakin mahir. Sanggar kami merupakan tempat pendidikan tari dasar, sedangkan pengembangan selanjutnya bisa dilakukan di sanggar lain,” jelasnya.

‎

‎Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Albana, S.Pd.I., M.Pd.I., berharap para peserta yang telah diwisuda mampu menjadi duta budaya yang memperkenalkan seni tradisi Cirebon ke tingkat yang lebih luas.

‎

‎”Harapannya anak-anak yang telah diwisuda dapat menginternalisasi seni tradisi dan tarian yang telah dipelajari, kemudian mengembangkannya menjadi duta-duta budaya Kabupaten Cirebon hingga ke tingkat yang lebih luas. Dengan demikian, seni tradisi dan kebudayaan Kabupaten Cirebon dapat terus lestari hingga generasi mendatang,” ujarnya.

‎

‎Melalui pembinaan yang dilakukan sanggar-sanggar seni, pelestarian tari tradisional di Kabupaten Cirebon diharapkan terus berjalan secara berkelanjutan. Regenerasi penari menjadi kunci agar warisan budaya yang diwariskan para leluhur tidak tergerus oleh perkembangan zaman. (RN)

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock