Pemerintahan

Peringati Hari Koperasi ke-79, Pemkab Cirebon Siapkan Klinik Koperasi dan Inkubator Bisnis UMKM

KAB. CIREBON – Koranprogresif.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terus mendorong transformasi koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berdaya saing dan mampu menjadi penggerak utama perekonomian daerah.

 

Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Hari UMKM Nasional 2026, sekaligus rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di kawasan Watubelah, Kabupaten Cirebon, Sabtu (8/8/2026).

 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, Dr. Alex Suheriyawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa koperasi dan UMKM saat ini tengah mengalami metamorfosis.

 

Menurutnya, koperasi tidak lagi hanya dipandang sebagai wadah yang dikelola dan dimanfaatkan oleh anggotanya, tetapi harus mampu melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam membangun perekonomian daerah.

 

“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah koperasi dan UMKM mengalami metamorfosis. Kita ingin menunjukkan bahwa koperasi dan UMKM ada untuk masyarakat, berdaya untuk Indonesia jaya, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat Kabupaten Cirebon,” ujar Alex.

 

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang telah dilakukan Pemkab Cirebon adalah memperkuat regulasi melalui penerbitan Peraturan Daerah (Perda) tentang Koperasi dan UMKM.

 

Menurut Alex, Perda tersebut menjadi landasan penting dalam pengembangan koperasi dan UMKM karena pelaksanaannya melibatkan berbagai komponen, mulai dari masyarakat, dunia usaha, perdagangan hingga sektor industri.

 

“Alhamdulillah atas inisiatif DPRD bersama Pak Bupati dan pemerintah daerah, sudah diterbitkan dan disahkan Perda tentang Koperasi dan UMKM. Ini menjadi salah satu modal untuk berkembang,” katanya.

 

Alex menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki, jumlah UMKM di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 202 ribu. Dari jumlah tersebut, proses verifikasi dan kurasi administratif telah dilakukan terhadap sekitar 170 ribu UMKM.

 

Sementara untuk koperasi, terdapat sekitar 344 koperasi existing yang telah melalui proses kurasi. Selain itu, terdapat 424 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KDKMP) yang telah terbentuk.

 

“Dari data awal ini kita bisa mengukur sejauh mana kebutuhan kompetensi dan ruang-ruang manajerial yang harus dibenahi. Setelah itu akan dilakukan pelatihan dan pendampingan,” jelasnya.

 

Alex mengungkapkan, tindak lanjut dari Perda tersebut akan dituangkan dalam sejumlah program strategis yang pada 2027 diproyeksikan menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Cirebon.

 

Untuk sektor koperasi, salah satu program yang disiapkan adalah Klinik Koperasi. Program tersebut nantinya menjadi ruang untuk melakukan diagnosis dan pembinaan koperasi secara bertahap, mulai dari tata kelola hingga peningkatan kesehatan koperasi.

 

“Di klinik koperasi nanti kita bisa melihat bagaimana perkembangan koperasi, kemudian didiagnosis dan dibenahi tahap demi tahap tata kelolanya. Ujungnya nanti menjadi koperasi yang sehat,” ungkap Alex.

 

Sedangkan untuk UMKM, Pemkab Cirebon menyiapkan Cirebon Business Incubator. Program ini akan menangani UMKM mulai dari pendataan, pengelolaan keuangan dan permodalan, tata kelola, pemasaran hingga pembangunan ekosistem bisnis.

 

“Jadi mulai dari pendataan sampai keuangan atau permodalan, tata kelola, pemasaran dan ekosistem bisnis akan dibangun di sana,” katanya.

 

Ia menambahkan, pihaknya juga akan menyusun semacam rapor bagi UMKM dan koperasi Kabupaten Cirebon sebagai instrumen untuk mengukur perkembangan serta menentukan kebutuhan pembinaan masing-masing pelaku usaha.

 

“Dari situ nanti kita bisa mengetahui kompetensi apa yang harus diperbaiki, kemudian diberikan pelatihan dan pendampingan. Harapannya, tata kelolanya semakin baik dan daya jualnya semakin kuat sehingga ekosistem perekonomian Kabupaten Cirebon dapat terbangun,” ujarnya.

 

Terkait perkembangan koperasi, Alex menegaskan bahwa Pemkab Cirebon kini tidak lagi semata-mata mengejar pertumbuhan jumlah koperasi secara kuantitatif.

 

Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan koperasi yang ada benar-benar aktif, sehat, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu memberikan manfaat bagi anggotanya.

 

“Kita sudah tidak membutuhkan jumlah secara kuantitatif, tetapi secara kualitatif. Ada koperasi yang betul-betul aktif, ada yang sedang menuju sehat, tetapi ada juga koperasi yang sudah tidak memungkinkan. Ruang-ruang inilah yang sedang kita benahi,” tuturnya.

 

Ia berharap program strategis yang telah disiapkan dapat memperkuat koperasi dan UMKM sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Kabupaten Cirebon.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cirebon, Pandi, mengatakan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan koperasi di Kabupaten Cirebon.

 

Pandi menyampaikan, kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari gerakan koperasi, perbankan, mitra usaha hingga para pelaku UMKM.

 

“Alhamdulillah, gerakan koperasi Kabupaten Cirebon bisa melaksanakan dan memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79 bersamaan dengan Hari UMKM Nasional 2026. Kegiatan ini banyak mendapat dukungan dari gerakan koperasi, perbankan dan para pelaku UMKM,” ujar Pandi.

 

Menurutnya, tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” menjadi semangat bersama untuk mendorong koperasi agar semakin mandiri, mampu meningkatkan pelayanan, memperkuat permodalan dan memberikan manfaat yang setara bagi seluruh anggota.

 

Pandi mengatakan, salah satu tantangan yang kini dihadapi adalah meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KDKMP).

 

Ia menilai, pembentukan koperasi tersebut berlangsung relatif cepat sehingga diperlukan pendampingan dan penguatan kapasitas pengelola.

 

“Pembentukannya berlangsung spontan dalam waktu hampir dua bulan sehingga persiapannya kurang matang. Karena itu, kami akan terus memberikan pembimbingan dan sharing pengetahuan tentang perkoperasian,” katanya.

 

Pandi berharap KDMP/KDKMP di Kabupaten Cirebon dapat berjalan efektif sesuai dengan tujuan pembentukannya, termasuk dalam pengembangan usaha, permodalan serta pengelolaan gerai.

 

Di sisi lain, Dekopinda juga tetap mendorong pembinaan terhadap koperasi existing agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada anggota dan menjalankan rapat anggota tahunan secara konsisten.

 

“Kami juga melakukan pembinaan kepada koperasi-koperasi existing yang ada di Kabupaten Cirebon agar bisa berjalan dan memberikan pelayanan terbaik kepada anggota,” ujarnya.

 

Pandi mengajak masyarakat di setiap desa untuk ikut membangun gerakan koperasi dengan bergabung di KDMP maupun koperasi existing yang ada di wilayah masing-masing.

 

“Harapannya usaha bersama ini bisa berjalan dari hulu, dari desa, kemudian tersebar ke seluruh daerah sehingga perputaran ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (RN)

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock