Parlemen

Prof. Rokhmin Gelar Diskusi Bersama Puluhan Ulama dan Kiai Muda Cirebon Raya, Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Umat

CIREBON – Koranprogresif.id – Puluhan kiai dan ulama muda dari wilayah Cirebon dan Indramayu mengikuti Diskusi Kebangsaan bersama Anggota DPR RI Komisi IV, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., Minggu malam (9/8/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di salah satu Cafe di Kota Cirebon tersebut mengangkat tema “Kiai Muda sebagai Game Changer: Mencetak Santri Berdaya Saing Global, Berbasis Nilai Keislaman dan Sains.”

 

Sejumlah tokoh pesantren dan organisasi kepesantrenan turut hadir, di antaranya KH. Abdul Hayyi Imam dari Ponpes Gedongan, KH. M. Faqih dari Ponpes Balerante, KH. Arwani Syaerozi dari Ponpes Babakan Ciwaringin, KH. Luthfi NZ dari Buntet Pesantren, Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Cirebon M. Azka, Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Indramayu H. Azun Mauzun, H. Dede Muharam, serta sejumlah kiai dan ulama muda lainnya.

 

Dalam diskusi tersebut, Rokhmin Dahuri menyampaikan apresiasinya atas forum yang dinilai berlangsung produktif dan terjadi pertukaran gagasan secara dua arah antara dirinya dengan para kiai muda.

 

Menurut Rokhmin, pesantren memiliki potensi besar untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa. Tidak hanya dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga dalam penguatan ekonomi, teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

 

“Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah. Malam ini sangat produktif, indah dan baik sekali karena saya diundang oleh Forum Kiai Muda Cirebon Raya. Tadi terjadi suasana saling sharing informasi yang sangat produktif dan dua arah,” ujar Rokhmin.

 

Ia mengatakan, dalam forum tersebut dirinya turut menyampaikan pandangan mengenai potensi Indonesia untuk menjadi negara maju dan makmur, sekaligus berbagai tantangan global yang harus dihadapi bangsa Indonesia.

 

Rokhmin juga mengajak para kiai, ulama, santri dan pondok pesantren untuk memperkuat peran dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

 

“Dari sisi saya, karena saya orang profesional, saya sharing bagaimana potensi kondisi negara kita untuk maju dan makmur. Lalu saya pun sharing mengenai kondisi global yang sangat tidak menginginkan Indonesia maju,” katanya.

 

Menurutnya, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Setiap pondok pesantren, kata dia, idealnya memiliki unit usaha dan unit teknologi yang mampu menopang keberlanjutan ekonomi lembaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Saya sangat senang untuk bisa menjadi connecting the dots, bagaimana setiap pondok pesantren punya unit usaha, unit teknologi untuk bisa mandiri secara ekonomi dan menjadi tangan di atas,” ungkapnya.

 

Rokhmin menilai penguatan ekonomi umat menjadi penting karena persoalan kemiskinan dan pengangguran masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

 

Selain persoalan ekonomi, diskusi juga menyinggung dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2029. Rokhmin menyebut konstelasi politik saat ini masih sangat cair sehingga terlalu dini untuk menentukan arah dukungan terhadap figur tertentu.

 

Namun, ia menangkap adanya semangat dari kalangan kiai dan ulama agar politik ke depan tidak lagi bersifat transaksional.

 

“Yang saya tangkap dari para kiai dan ulama tadi ada gairah atau semangat bahwa ke depannya kita tidak akan transaksional lagi. Transaksional itu mohon maaf, kita dapat recehan-recehan lalu harus memilih pemimpin yang sebenarnya tidak memenuhi syarat dari segi kapabilitas, kompetensi, akhlak maupun keseriusan untuk membawa Indonesia menuju negara yang lebih maju,” tuturnya.

 

Ia menambahkan, apabila terdapat tokoh yang dinilai memiliki kapasitas dan potensi untuk memimpin bangsa, dukungan para kiai dan ulama akan mengalir sesuai dengan perkembangan dan dinamika yang ada.

 

“Kalau memang ada orang yang potensial untuk memimpin negara ini lalu para kiai dan ulama mendukungnya, insyaallah,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Cirebon, M. Azka, menyampaikan apresiasi terhadap Rokhmin Dahuri yang bersedia berdiskusi langsung dengan kalangan pesantren.

 

Azka berharap semakin banyak tokoh nasional yang mau turun dan memberikan pendampingan kepada para kiai dan santri, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan bangsa.

 

“Kami berharap banyak orang-orang seperti Prof. Rokhmin ini untuk terjun, memeluk kita-kita semua, karena beliau sebetulnya menjadi inspirator kami. Menjadi inspirasi kami untuk terus bergerak, terus berkhidmat kepada negara untuk menjadi negara Indonesia Emas,” ujar Azka.

 

Menurutnya, keterlibatan tokoh-tokoh nasional seperti Rokhmin dapat memberikan motivasi sekaligus membuka wawasan baru bagi pesantren dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.

 

Sementara itu, Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Indramayu, H. Azun Mauzun, yang bertindak sebagai moderator, menyampaikan harapan agar pengembangan pesantren di Cirebon Raya tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi ekonomi dan sumber daya alam di wilayah sekitar.

 

Ia secara khusus mendorong pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan dengan dukungan teknologi.

 

“Ini harapan besar bagi pondok pesantren yang ada di Cirebon Raya kepada beliau untuk lebih mengembangkan sektor pertanian, peternakan maupun kelautan. Banyak pondok pesantren di Cirebon Raya ini yang notabene berada di garis pantai, tetapi masih kurang berkembang,” kata Azun.

 

Karena itu, Forum Pondok Pesantren Cirebon Raya berharap adanya penguatan teknologi dan pendampingan untuk mengembangkan sektor pertanian, perikanan maupun kelautan yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren.

 

Diskusi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas pesantren, memperkuat kemandirian ekonomi, serta mencetak santri yang memiliki daya saing global dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan penguasaan sains.

 

Melalui penguatan tersebut, pesantren diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan strategis dalam membangun sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. (RN)

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock