Acara Talk Show, Danrem 012/TU Sajikan Gagasan Sukes Restorasi Gambut di Food Estate Korem 012/TU
Aceh Barat – koranprogresif.co.id, Food Estate Festival Korem 012/Teuku Umar sukses menyelenggarakan Talkshow Ketahanan Pangan yang dipandu oleh moderator senior Dosi Elfian, Produser KompasTV Aceh yang di gelar di panggung utama pada, selasa malam, 21 November 2023 kemarin.
Dalam acara tersebut ada 5 Narasumber yang ikut meramaikan acara yakni, Danrem 012/TU Kolonel Inf. Riyanto, S.IP, Direktur RTA Bapak Raman Dhawis Sandika, S.Sos., MPA, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric. Sc, Drh. Kamarlisnur dan bapak Safrizal, SP.,MSc
Di awal perbincangan moderator mempersilahkan Komandan Korem 012/TU Kolonel Inf. Riyanto, S.IP membuka pembahasan dengan menyoroti restorasi gambut dengan menggunakan kanal blocking system.
Kolonel Inf. Riyanto, S.IP menekankan pentingnya menjaga kelembaban gambut dengan menghindari air keluar ke sungai. Meskipun kanal yang digali merusak sebagian gambut, nilai baik dan buruknya harus dipertimbangkan.
Lebih lanjut, pembicaraan fokus pada penggalian kanal yang menambah material tanah dan pasir. Tanpa perlakuan khusus, gambut cenderung tidak subur. Kolonel Inf. Riyanto menekankan bahwa gambut memiliki tingkat asam yang tinggi, dan perlu dilakukan trial and error untuk menemukan tanaman yang cocok dengan kondisi tersebut.
Melalui upaya trial and error, mereka berhasil menemukan beberapa komoditi yang dapat dikembangkan di lahan gambut, memberikan inspirasi bagi masyarakat setempat. Diharapkan pengalaman ini dapat menjadi panduan bagi daerah lain dengan karakteristik lahan serupa, mengoptimalkan pengelolaan lahan gambut tanpa mengulangi kesalahan masa lalu.
Perbincangan kemudian dilanjutkan oleh Drh. Kamarlisnur selaku Kepala dinas Pangan kabupaten Aceh Barat sangat mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh korem 012/TU, ia menekankan bahwa kehadiran Food Estate di Aceh Barat bertujuan utama untuk memastikan ketersediaan pangan secara lokal. Beliau menyatakan bahwa dengan adanya Food Estate, Aceh Barat tidak perlu lagi mencari pasokan dari luar, yang dapat mengurangi ketergantungan dan risiko gangguan pasokan dari faktor luar.
Pentingnya ketahanan pangan juga dibahas, dengan Drh. Kamarlisnur menjelaskan bahwa memiliki stok pangan lokal akan membuat Aceh Barat lebih kuat dalam menghadapi tantangan ketersediaan pangan. Beliau menyoroti bahwa menunggu pasokan dari luar dapat mengganggu stabilitas ekonomi, termasuk inflasi yang dapat dipicu oleh ketergantungan pada impor.
Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Aceh Barat memiliki kepentingan besar dalam menjaga kecukupan gizi. Drh. Kamarlisnur menyampaikan bahwa Food Estate tidak hanya menyediakan daging sapi dan ayam bagi masyarakat, tetapi juga mengatasi tantangan produksi seperti cabe. Beliau mencatat upaya keras dan inovasi tim dalam mengatasi kendala, termasuk mencapai tingkat produksi cabe yang luar biasa, memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan pangan di Aceh Barat.
Drh. Kamarlisnur berharap bahwa konsep Food Estate dapat diterapkan di berbagai daerah dan kecamatan, memungkinkan pengembangan Food Estate skala kecil di seluruh wilayah untuk memperkuat ketahanan pangan secara nasional.
Dalam meningkatkan ekonomi modern Raman Dhawis Sandika, S.SOS,MPA yang mewakili Rumah Tani Amir (RTA) menegaskan pentingnya penggunaan bibit unggul dalam pertanian modern yang bisa diterapkan dalam Food Estate yang akan mendatang. Dalam kutipannya, beliau mengatakan.
“RTA bersama pemerintah dan Kepala Dinas sering mensosialisasikan kepada para petani bahwa penggunaan bibit unggul harus dikedepankan. Kita tidak hanya ingin petani bertahan hidup, tetapi juga sukses dan menjadi entrepeneurship.
“Raman juga menyoroti tagline terakhir, yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas. “Peningkatan produktivitas harus didukung oleh alsintan, alat pertanian modern,” ujarnya. “RTA memiliki berbagai jenis alsintan yang kita butuhkan untuk Aceh Barat. Saat ini, kita sudah memiliki komponen harvest, harvester, alat pemotong padi, rest transplanter untuk menanam padi, traktor canggih, dan bahkan jaringan untuk menyediakan drone pertanian.
“Beliau juga menekankan harapannya agar petani ke depan dapat memakai jas atau sering disebut “petani berdasi”. “Kita ingin petani kita menjadi profesional dan berprestasi,” tambahnya dengan semangat.
Dengan komitmen dan fasilitas yang sudah dimiliki, Raman optimis bahwa petani Aceh Barat dapat meraih kesuksesan dalam pertanian. “Jika kita sepakat dengan motivasi hari ini, petani kita ke depan akan memakai jas, menunjukkan profesionalisme dan keberhasilan dalam dunia pertanian,” tutupnya.
(Red)









