Opini

Apakah Revolusi Dulu, Baru Tegakkan Hukum dan Keadilan di Negeri ini?

Oleh: Muslim Arbi (Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu)

JAKARTA || Koranprogresif.id – Tulisan ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember dan Semangat Bandung Lautan Api. Untuk Para Pahlawan Kusuma Bangsa. Lahumul Alfatihah.

Kita semua sama tahu. Pengorbanan Arek-arek Suroboyo yang syahid sebagai Syuhada yang mencapai 6000 orang lebih untuk membela Kemerdekaan yang mau di rebut kembali oleh Belanda melalui pertempuran dengan salah satu pemenang Perang Dua Kedua – Inggris.

Atas Fatwa Jihad KH Hasyim Asy’ari dan di bantu Kiyai Abbas dan Buntet Cirebon Rakyat Jawa Timur di komandoi Bung Tomo dengan Gema Takbir akhir membunuh Jendral Malaby dan berhasil mengusir penjajah Belanda yang di bonceng oleh Inggris. Rakyat Surabaya akhir nya menang meski banyak Syuhada yang gugur sebagai Kesuma Bangsa.

Tanggal 24 Maret 1946 di pimpin Kol AH Nasution, Muhammad Toha, Muhammad Ramdhan, Mayor Rukana, Atje Bastaman menggerakkan semangan Bandoeng Lautan Api. Akhir nya Penjajah Belanda tak dapat kembali lagi berkuasa di negeri ini. Dan Bandung pun akhir nya tak dapat di taklukkan oleh Penjajah kembali.

Hari ini tanggal 10 Nopember. Bangsa ini tundukkan kepala sejenak untuk mendoakan para Pahlawan yang gugur saat perang 10 Nopember melawan Penjajah Belanda Yang membonceng tentara sekutu dan Menengenang pengorbanan Rakyat dalam Peristiwa Bandung Lautan Api.

Dengan dua tindakan heroik dan kepahlawan itu – Bangsa ini sangat ingin tegak kebenaran dan keadilan sebagai fondasi kekuatan Bangunan Kebangsaan.

Publik telah di suguhi penjelasan telanjang: Soal Kasus Ijazah Jokowi itu melanggar etika dan nilai-nilai kebenaran akademik. Tetapi penangan yang tidak adil saat Rakyat mempertanyakan kebenaran nya. Malah Rakyat di jadikan tersangka? Ini naif dan absurd bukan?

Para akademisi meneliti dan bertanya tentang keabsahan Ijazah Joko Widodo, demikian juga para aktifis yang bertanya secara lantang dan lugas malah mau di jadikan pesakitan dan pemidanaan?

Roy Suryo, Rizal Fadilah, Rismon, Tifa, Eggir Sudjana, Damai Hari Lubis, Rustam dan Kurnia itu mewakili Hati dan Nurani serta akal sehat Jutaan Anak Bangsa hanya bertanya tentang kebenaran Ijazah Jokowi? Ko malah dipidana? Ini negara macam apa?

Akibat nya publik memandang dalam kasus penegakkan hukum dan keadilan. Kepolisian lakukan tindakan menciderai hukum dan keadilan itu sendiri dengan menetapkan tersangka terhadap sejumlah Aktifis Anak-anak Bangsa yang mempertanyakan kebenaran Ijazah Joko Widodo.

Tindakan itu melukai semangat kepahlawanan agar Bangsa ini berada dalam kebenaran dan menjunjung tinggi keadilan. Bukan terjebak dalam kegelapan akibat penyelenggara negara yang tidak profesional, sehingga melukai rasa keadilan di Masyarakat. Dan mendambakan nilai kebenaran dan keadilan yang seharusnya hidup di negara tercinta ini.

Sangat naif, bilamana Hukum dan Keadilan Tidak lagi berpijak pada akal sehat tetapi lebih pada ambisi membela kekuasaan yang membabi buta. Dan itu akan menimbulkan kemarahan Rakyat yang memandang Keadilan dan Hukum Tercederai. Rakyat akan Bangkit dan marah. Bisa jadi semangat Juang dan Kepahlawanan Bangsa akan Bangkit untuk menuntut Tegak nya Kebenaran dan Keadilan.

Dalam Kasus Roy Suryo Cs akan memicu Semangat Rakyat bangkit Melawan. Dan bisa saja kasus ini dapat memantik Revolusi Rakyat karena Aparat Penegak Hukum Tak dapat dipercayai lagi. ***

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock