BKKBN Sosialisasikan Penurunan Angka Stunting di Desa Jatilawang, Kec. Kramat, Kab. Tegal
Tegal – Koranprogresif.co.id, BKKBN terus melakukan kolaborasi untuk mensosialisasikan program Bangga Kencana, dalam rangka menekan angka Stunting di Jawa Tengah guna menuju Generasi Emas yang menjadi visi Indonesia 2045 seperti yang yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo. Dimana untuk menuju Generasi Emas Indonesia perlu ditopang dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, dan pencegahan stunting atau gizi kronis menjadi concern pemerintah yang harus dilakukan. BKKBN bersama dengan Komisi IX DPR RI berkolaborasi bersinergi untuk menanggulangi dan mencegah stunting lewat Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja, seperti yang di lakukan di di Desa Jatilawang, Kec. Kramat, Kab. Tegal yang dihadiri oleh Ulil Abshar selaku Analisis Kebijakan Ahli Madya Bihukor BKKBN, Agoed Poedjianto, S.H, M.Kes selaku Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi , dr. Bening Priambudi, MM selaku Kepala Bidang Dalduk dan KS Dinas P3AP2 dan KB Kab. Tegal dan Dr. Dewi Aryani, M.Si, selaku Anggota Komisi IX DPR RI , acara ini di laksanakan jumat (17/9/2023)
Ulil Abshar selaku Analisis Kebijakan Ahli Madya Bihukor BKKBN, Ulil Abshar menjelaskan jika menemukan calon ibu berpotensi stunting maka langkah yang harus diambil yakni dengan memberikan pendampingan untuk proses pencegaehan serta memberikan makanan yang berprotein tinggi dan mengandung zat besi agar sang bayi lahir dengan selamat dan sehat.
“Namun tidak sampai di situ saja, masih perlu pendampingan lagi. Bapak Ibu harus melakukan asi eksklusif minimal 6 bulan terus dilanjut sampai dengan 2 tahun supaya bisa maksimal dalam memberikan asi. Insya Allah akan menjadi anak-anak yang sehat sehingga 2045 terwujud SDM generasi emas,” terang Ulil dalam paparannya.
Sementara itu Kabid Dalduk dan KS Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal, dr. Bening Priambudi, MM menjelaskan bahwa Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang pada anak-anak yang diakibatkan kurang gizi. Dalam kegiatan ini, kata Bening, merupakan upaya sosialisasi pencegahan Stunting kepada masyarakat agar terbebas dari Stunting.
“Bagi yang punya anak Stunting, pada saat remaja tidak boleh mempunyai anemia (kekurangan darah). Solusinya adalah makanan yang mengandung banyak zat besi. Untuk mencegah Stunting, salah satunya adalah si anak diharuskan mengkonsumsi 1 hari 1 telur,” Beber dr. Bening.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Agoed Poedjianto, S.H, M.Kes menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen mewujudkan keluarga sejahtera yang salah satunya mewujudkan program keluarga berencana.
“Putra putri yang cerdas, sehat dan kuat menjadi harapan kita bersama, kuncinya adalah mewujudkan keluarga berencana,” tuturnya.
Program Sosialisasi dan Kie Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja BKKBN merupakan upaya argumentatif dan persuasif yang langsung menyentuh masyarakat dan keluarga Indonesia karena dilakukan melalui promosi, edukasi serta dialog/diskusi langsung dengan masyarakat di tingkat lini lapangan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Dewi Aryani, M.Si mengingatkan kepada masyarakat bahwa tidak hanya Stunting yang menjadi perhatian bersama, namun juga bagaimana agar bisa hidup positif yaitu mengupayakan sehat jiwa dan raga.
“Mengkonsumsi ikan, telur, susu merupakan contoh makanan yang lebih sehat yang perlu dikonsumsi. Sementara untuk menjaga kesehatan rohani, salah satunya adalah fikiran harus rileks. Sebenarnya menjaga kesehatan rohani tidak sulit, tergantung bagaimana kita mengelola perasaan dan fikiran,” pungkas Dewi.
(Red)


