Ragam

BNNP Jateng Hadiri dan Apresiasi Rakornas Ke-1 PWI–Laskar Sabilillah, Dorong Peran Ormas Jaga Generasi Muda dari Narkoba

 

DEMAK || Koranprogresif.id — Kondisi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Jawa Tengah hingga saat ini masih berada pada situasi darurat. Jumlah penyalahguna dan pecandu narkoba masih signifikan, bahkan menunjukkan kecenderungan peningkatan di sejumlah wilayah. Fenomena ini menuntut langkah penanganan yang semakin komprehensif, terintegrasi dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya aparat penegak hukum dan instansi pemerintah.

Berangkat dari kondisi tersebut, Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H, M.H, hadir mewakili Kepala BNN RI dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ke-1 Organisasi Kemasyarakatan Perjuangan Walisongo Indonesia – Laskar Sabilillah (PWI–LS) yang digelar pada Sabtu (31 Januari 2026), bertempat di Pondok Pesantren Al Mubarok Arbain, Wonosalam, Demak, Jawa Tengah.

Kehadiran Kepala BNNP Jawa Tengah tersebut, merupakan bentuk komitmen negara dalam memperkuat sinergi dengan organisasi kemasyarakatan dan tokoh agama sebagai mitra strategis dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Toton Rasyid menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas terselenggaranya Rakornas Ke-1 PWI–Laskar Sabilillah. “Kami mengucapkan selamat dan apresiasi atas terselenggaranya Rakornas Ke-1 PWI–Laskar Sabilillah. Ini merupakan momentum penting untuk menyatukan langkah dan menyusun program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa, penanganan narkoba sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu, diperlukan kerja sama dan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

“Upaya memerangi narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan. Sinergi inilah yang menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya.

Kepala BNNP Jawa Tengah juga menitipkan pesan kepada para kiai dan pimpinan ormas, agar turut menjaga generasi muda dari ancaman narkoba dan terus membimbing, menjaga mereka sehingga tidak terjerumus narkoba. Generasi muda adalah aset bangsa yang harus diselamatkan bersama.

Diakhir sambutan, beliau juga juga mendorong PWI–Laskar Sabilillah agar memiliki program antinarkoba yang terstruktur dan aktif di tingkat daerah hingga akar rumput. “Dengan jejaring yang kuat hingga ke bawah, PWI–LS kami harapkan dapat menjadi garda terdepan dalam pencegahan narkoba berbasis masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perjuangan Walisongo Indonesia – Laskar Sabilillah, Dr. KH. Moh. Abbas Billy Yachsyi, M.A, menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan BNN dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. “Kami siap membantu BNN dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. Kita tidak akan mampu membangun kemuliaan dan cita-cita besar bangsa jika kita terpecah belah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa, PWI–Laskar Sabilillah dibangun sebagai ruang persatuan yang menjembatani kekuatan agama, sosial kemasyarakatan, serta berbagai komunitas lainnya tanpa membedakan latar belakang. Menurutnya, nilai-nilai keislaman, kebangsaan dan kearifan lokal harus berjalan seiring sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami mengangkat budaya dan kearifan lokal sebagai perekat sosial, menyatukan seluruh kekuatan bangsa untuk menjaga kebangsaan, serta menolak segala bentuk adu domba dan politik pecah belah di tengah masyarakat. Perbedaan adalah keniscayaan, tetapi persatuan adalah keharusan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa, PWI–Laskar Sabilillah hadir untuk merawat harmoni sosial dan memperkuat semangat gotong-royong di tengah tantangan zaman, termasuk ancaman narkoba, radikalisme dan degradasi moral generasi muda.

“Tidak akan lahir generasi unggul dan berakhlak mulia, jika masyarakat tercerai-berai. Kita semua bersaudara, sebangsa dan setanah air. Karena itu, tugas kita bersama adalah merajut kebangsaan, menjaga persatuan dan memastikan nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi panglima dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Melalui Rakornas Ke-1 ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara BNN dan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung agenda nasional, menjaga persatuan, serta melindungi generasi muda dari ancaman narkoba demi masa depan Indonesia yang lebih baik. (Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock