BNNP Jateng Perketat Pengawasan di Terminal Mangkang, Sopir Angkutan Dites Narkoba Jelang Arus Balik 2026

SEMARANG || Koranprogresif.id — Momentum arus balik mudik Lebaran merupakan periode krusial yang ditandai dengan tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya potensi risiko keselamatan transportasi. Dalam situasi tersebut, kesiapan pengemudi angkutan umum menjadi faktor utama dalam menjamin keamanan perjalanan. Salah satu potensi kerawanan yang perlu diantisipasi adalah penyalahgunaan narkotika yang dapat menurunkan konsentrasi dan membahayakan keselamatan penumpang.
Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan transportasi yang aman dan bebas narkoba, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H., M.H melaksanakan kunjungan kerja sekaligus monitoring pelaksanaan tes urine bagi pengemudi angkutan umum di Terminal Tipe A Mangkang, Kota Semarang, Jum’at (27/3).
Kegiatan ini dilaksanakan melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor bersama Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kota Semarang, serta Dinas Kesehatan Kota Semarang. Para petugas gabungan menjalankan tugas sebagai Petugas kesehatan sekaligus Tes Urine Narkotika guna melakukan deteksi dini terhadap para pengemudi yang akan melayani masyarakat selama arus balik Lebaran.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNP Jawa Tengah menegaskan pentingnya langkah preventif sebagai upaya menjaga keselamatan publik.
“Momentum arus balik Lebaran memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap keselamatan perjalanan. Melalui tes urine ini, kami memastikan para pengemudi bebas dari penyalahgunaan narkoba sehingga mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat upaya pencegahan ini,” ujar Toton Rasyid.
Ia juga menambahkan bahwa, penguatan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai simpul transportasi.
“Kami tidak hanya fokus pada kegiatan hari ini, tetapi juga memastikan keberlanjutan pengawasan di terminal, stasiun dan titik transportasi lainnya. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika, khususnya dalam momentum penting seperti arus balik Lebaran,” tambah Toton.
Sementara itu, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mangkang Semarang dari Kementerian Perhubungan, Reno Adi Pribadi, S.T., M.T. menyampaikan bahwa, kolaborasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan transportasi selama arus balik.
“Kami sangat mendukung pelaksanaan tes urine ini sebagai bagian dari pengawasan terpadu. Dengan sinergi bersama BNNP Jawa Tengah dan instansi terkait, kami memastikan seluruh pengemudi dalam kondisi sehat, prima dan bebas narkotika, sehingga keselamatan dan kenyamanan penumpang dapat terjamin,” ungkap Reno.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan operasional terminal dalam menghadapi lonjakan penumpang arus balik.
“Selain pengawasan kesehatan pengemudi, kami juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana terminal serta pengaturan operasional berjalan optimal, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap aman, tertib, dan lancar selama arus balik Lebaran,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sistem pengawasan yang komprehensif serta meningkatnya kesadaran para pengemudi akan pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi narkoba.
Sebagai penutup, sinergi dan kolaborasi antara BNNP Jawa Tengah, Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kota Semarang, serta Dinas Kesehatan Kota Semarang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan transportasi publik yang aman, tertib dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, khususnya dalam mendukung kelancaran dan keamanan arus balik mudik Lebaran 2026. (Red).










