Fenomena Purbaya, Menkeu

By: Djafar Badjeber
JAKARTA || Koranprogresif.id – Nama Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya tidak terlalu dikenal masyarakat luas. Sejak dilantik presiden Prabowo Subianto tanggal 8 September 2025, nama ini mulai muncul, sebagai Menteri Keuangan RI mengganti Sri Mulyani Indrawati.
Baru beberapa hari mengganti Sri Mulyani Indrawati, dia mulai membuat statemen yang memberikan harapan. Harapan itu sangat ditunggu masyarakat Indonesia, Sebab kebanyajan pejabat kita korup. Hari demi hari statemen Menkeu RI ini makin berisi. Satu demi satu kelemahan tentang fiskal mulai di ungkap ke publik, utamanya instansi pemerintah pusat dan bahkan pemerintah Daerah yang uangnya mandeg di Bank.
Satu persatu drama ekonomi dan fiskal mulai dia bongkar. Dia bertindak seperti seorang detektif yang mengusai seluk beluk keusngan. Dia sangat optimis bahwa pertumbuhan ekonomi bisa s.d 8 persen sesuai keinginan presiden Prabowo Subianto.
Beda dengan pendahulunya yang seolah paling tahu tentang fiskal dan kadang ber-drama bahwa kas negara menipis. Membuat rakyat sering bertanya apakah benar fiskal kita negatif?
Indonesia benar-benar kaya, banyak resources tetapi dibajak oleh mereka yang ada dalam kekuasaan. Hal itu terjadi hampir semua rezim. Meskipun mereka menklaim rezimnya terbaik.
Hadirnya Purbaya Yudhi Sadewa seperti seorang “Perdana Menter” yang terus bekerja demi rakyat, bangsa dan negara. Tentu hal ini sejalan dengan komitmen Presiden RI.
Munculnya nama Purbaya Yudhi Sadewa membuka tabir soal fiskal Sebenarnya fiskal RI cukup kuat. Sebagian ada yang “tidur” di berbagai Bank. Dia bertekad uang yang diparkir di Bank harus digunakan agar ekonomi bergerak. Rupanya pemerintah dan pemda kaget, olehnya uang “Tidur” itu bisa bermanfaat untuk pembangunan dan menggerakan ekonomi. Dari dana “tidur” yang berjumlah ratusan trilyun secara bertahap bisa menggrakan roda ekonomi.
Konon ada 357 rekening Giro diberbagai Bank dan konon ada uang Rp 339 T yang bunganya entah siapa yang makan. Karena baru satu bulan kurang, dia telah banyak membongkar berbagai defiasi. Dengan harapan beberapa waktu ke depan akan transparan. Belum lagi beberapa masalah di BUMN besar (tipe A) yang harus di selamatkan, termasuk di Pajak dan Bea Cukai.
Intinya kekayaan melimpah bangsa ini memerlukan manusia seperti Purbaya. Siapa menyusul? ***









