Nasional

IPAL Domestik di Sejumlah Pondok Pesantren Demak, dari APBN KLHK RI

 

DEMAK || Koranprogresif.id – Bupati Demak, dr. H. Eisti’anah, SE, yang diwakili oleh Asisten 2 bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agus Musyafak, menyerah terimakan IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah) Domestik, hasil kolaborasi 3 pihak, yaitu PGSI Demak, Pemkab Demak dan Direktorat Pencegahan Pencemaran Air Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, bertempat di aula Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Dusun Sindon, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (22/9/2024).

Acara serah terima IPAL dan penyerahan beasiswa pendidikan S1/S2 Guru PGSI tersebut, terasa sangat meriah, dihadiri oleh 350 santri Sabilul Muttaqin dan sejumlah pejabat serta tokoh masyarakat, diantaranya, Kiyai Kharismatik, KH. Hasyim Ashadi, Gus Libasuttaqwa, jajaran Forkompimcam Guntur, Pengurus PGSI, serta sejumlah guru dan undangan lainnya.

Dalam laporannya, Ketua DPD PGSI Kabupaten Demak, Noor Salim menyampaikan bahwa, hingga saat ini telah berhasil dibangun 3 titik IPAL Domestik di sejumlah pondok pesantren.

“Alhamdulillah, upaya PGSI yang berkolaborasi dengan Pemkab Demak dan Kementerian LHK RI, hingga saat ini berhasil membangun 3 IPAL plus Toilet Domestik pondok pesantren, yaitu di Pondok Pesantren Taqwiyatul Wathon Desa Sumberejo, kecamatan Mranggen, Pondok pesantren Al Bahroniyyah Desa Ngemplak, Kecamatan Mranggen, serta di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, dengan total nilai 589.542.000 rupiah bersumber dari APBN KLHK RI,” jelas Salim.

Di akhir tahun 2024 ini, lanjutnya, PGSI juga telah mengajukan pembangunan IPAL di 4 titik dengan nilai ajuan hingga 1 milliar dari APBN Kementerian LHK, tambah Salim.

“Selain IPAL, berdasarkan hasil tela’ah dengan Pak Agus Musyafak yang pernah menjabat sebagai kepala dinas LH, PGSI juga telah menyampaikan permohonan bantuan TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle), kepada Pak Sigit Reliantoro, Dirjen PPKL Kementerian LHK, guna mengatasi persoalan sampah di kabupaten Demak,” pungkas Noor Salim, yang juga aktifis lingkungan.

Sementara itu, Bupati Demak, dr. H. Eisti’anah, SE, melalui asisten 2 Setda Demak, Agus Musyafak, penyampaian tujuan pembangunan IPAL plus toilet adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan para santri.

“Pembangunan IPAL di Pesantren ini sangat penting, yaitu selain meningkatkan kualitas kesehatan para santri, juga untuk menjaga dari kerusakan lingkungan serta memperbaiki kualitas Air dan tanah di lingkungan pesantren,” jelas Agus Musyafak.

Karena IPAL, lanjutnya, akan otomatis bekerja mengolah limbah yang dihasilkan dari toilet menjadi air, selanjutnya akan dialirkan kembali ke sungai, sehingga toilet tidak akan mengeluarkan limbah tinja dan bakteri e-coli yang bisa membahayakan manusia, lanjutnya.

“Maka, jika limbah toilet dibuang langsung disembarang tempat, bisa merusak air, tanah dan menurunkan kualitas lingkungan,” terangnya.

“Untuk itu, Bupati berpesan agar merawat bersama dan menggunakan IPAL plus toilet dengan baik, jangan memasukkan air detergent kedalam toilet, karena bisa merusak bakteri pengurai yang ditanam,” pungkas Musyafak.

Selesai membacakan sambutan Bupati, Agus Musyafak beserta Camat, Ndanramil dan Kapolsek Guntur, dipandu Ketua PGSI, menyerahkan bantuan subsidi Pendidikan kuliah, kepada 6 guru anggota PGSI yang sedang menempuh pendidikan S1 atau S2, melalui APBD Hibah kepada PGSI. (Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock