NusantaraSosbud

Kepala Biro Buser Indonesia: Kades Kertasari, H. Ta’limudin Merupakan Cicit Ulama Besar

Purwakarta – koranprogresif.co.id – Sebuah Desa di ujung Barat Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ada Desa Kertasari yang kini dipimpin H. Ta’limudin, beliau salah satu cicit dari ulama besar Syaikh KH. TB. Mansur Bin KH. TB Abdul Karim.

Demikian disampaikan Saepul Bahri Kepala Biro Media Buser Indonesia kepada sesama awak media yang kebetulan bertemu diarea dimana dirinya berkunjung tersebut, Minggu (16/04/2023).

“H. Ta’lim masih ada hubungan saudara dengan saya sendiri, selaku Kepala Biro Purwakarta, Buser Indonesia dan selaku Sekretaris Cabang Laskar Anti Korupsi Indonesia DPC.
Purwakarta. Neneknya kakak kandung dari bapak saya, jadi beliau adalah keponakan saya,” jelas Saepul.

Saat kami berkunjung ke kediamanya di Kp. Cileunca Desa Kertasari, Minggu, (16/06/2023), Kami saling berbagi cerita keluarga besar tentang sedikit menukil perjuangan dan kehidupan Syaikh KH. TB Mansur RA, selama hidupnya.

Terkait cerita suka duka menjadi pemimpin, beliau menyampaikan, banyak hal yang menjadi pelajaran dan hikmah yang diambil dari perjalanannya selama menjadi pemimpin, termasuk ujian tantangan yang dihadapinya.

Menjadi pemimpin itu perlu kesabaran, ketelatenan dan tetap menjalankan sesuai kaidah kaidah seperti yang dicontohkan tauladan Nabi Besar Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Alhamdulillah dukungan ulama dan Umara serta masyarakat pada umumnya masih terus mengalir begitupun dari jajaran aparatur pemerintahan Desa, hanya saja mungkin ada saja dari sekian banyak yang mendukung program dan kegiatan yang di laksanakan, segilitir yang tidak senang atas apa yang di perbuat, padahal itu untuk kemaslahatan umat, tapi do’akan semoga mereka mendapatkan keshalihan dan magfirah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Saya selaku saudara dekat beliau tetap mendukung kepemimpinannya, dan selalu menjalankan amanah sesuai tuntunan yang diajarkan Habibana Wa Nabiyana Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam, baik secara idiil Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa maupun secara konstitusional UUD 1945, sebagai payung hukum bangsa Indonesia yang jadi landasannya,” terang Saepul.

Sekitar pukul 15.30 WIB di hari yang sama, saya pamit pulang dan beliau pergi ke kantor Desa ikut berbagi dengan salah satu perusahaan ice cream di Cikampek, Karawang, memberikan santunan kepada para anak yatim dan piatu, kebetulan ada 2 orang warganya yang bekerja di perusahaan tersebut. Barakallah fi umrik, pungkas Saepul Bahri. (Tim).

Show More

Berita Lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock