Opini

Lima Alasan Bikin Prabowo Tetap 2 Periode

Oleh: DR Jerry Massie MA, PhD (Direktur P3S)

JAKARTA || Koranprogresif.id – Sejauh ini Pemerintahan Prabowo berjalan sesuai harapan publik. Memang masih ada sejumlah program yang belum maksimal, tapi sebagian besar cukup berhasil.

Tentu saja, ini akan mempengaruhi untuk pemilihan presiden 2029 mendatang.

Saat dilantik, Prabowo langsung tancap gas mulai dari menghentkan impor bahan pangan, menangkap koruptor kelas kakap, sampai membentuk Danantara dan memangkas anggaran Tantiem di Kementerian BUMN, hingga mengangkat sejumlah pahlawan nasional salah satunya mantan Presiden ke-2 Soeharto.

*Pertama: Makan Bergisi Gratis (MBG)*

Makan bergisi gratis merupakan Pogram Prabowo yang paling dikenal luas anak-anak sekolah yakni program makan bergisi gratis (MBG). Program ini sebetulnya sudah diakukan negara lain dan dibilang sukses diantaranya, India da Brasil.

Serapan anggaran MBG Per 3 Oktober 2025, masih rendah, yakni hanya sebesar Rp 20,6 triliun. Ini setara dengan 29% dari pagu Rp 71 triliun. Hingga akhir November 2025 telah mencapai Rp 52,9 triliun, atau baru terserap 74,6% dari target pagu APBN 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 71 triliun.

Anggaran MBG 2025 yakni Rp335 triliun dan menjangkau 83 juta orang. Diketahui Prabowo sangat ngotot dengan program unggulannya ini tak lepas dari pemenuhan gisi siswa-siswi dan juga Prabowo tak mau lihat anak-anak kita lapar.

Tapi catatannya lebih ditingkatkan lagi soal pengawasan makanan dan minuman, agar terhidar dari keracunan dan juga harus menempatkan orang-orang jujur agar duit ini tak dikorupsi.

*Kedua: Program swasembada pangan*

Selain Presiden Soeharto yang berhasil menciptakan swasembada pangan pada era 1984, maka Presiden kedua yang melakukannya ialah Presiden Prabowo.

Alasan utama hingga Presiden Seoharto berhasil dalam swasembada pangan, tak lepas dari upayanya membangun sektor pertanian sebagai prioritas utama pada Pelita I sampai dengan Pelita IV.

Dari semuanya itu, peran dari BULOG juga sangat besar. Revolusi Hijau yang berfokus pada penggunaan teknologi pertanian yang lebih modern memberikan banyak perubahan dalam pemanfaatan teknologi yang sebelumnya secara konvensional menjadi lebih modern dan canggih.

Dengan kontinyu mengontrol perkembangan dan pertumbuhan sektor pertanian dengan begitu hati-hati, puncaknya pada tahun 1984 terealisasi Swasembada Beras di Indonesia

Begitu pula, Prabowo melakukan hal spektakuler juga, diakhir tahun 2025. Capaian Soeharto yakni surplus 2 juta ton dan diampui Prabowo Hasil nyata kini menjadi bukti. Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan pada 7 Januari 2026, dengan produksi beras nasional menembus 34,71 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Tak bisa dipungkiri ketahanan pangan menjadi skala prioritas dan program unggulan Prabowo.

*Ketiga: Lahirnya KUHP Baru*

KHUP baru yang selama ini di tunggu publik akhirnya dilauching. Ada sisi menarik dalam KHUP yang baru yakni, pasal-pasal yang membela kaum minoritas.
Misalkan menggangu bahkan menutup tempat ibadah, maka akan dijebloskan ke penjara. Hukuman maksimal 5 tahun.

Ini sangat baik lantaran intoleran terlalu tinggi di negeri ini ada banyak rumah ibadah seperti gereja kerap mengalami tindakan intoleran. Bahkan hanya Presiden dan Wapres yang melaporkan jika terjadi penghinaan tak lagi ormas atau kelompok tertentu jika Presiden dan Wapres dicemarkan nama baiknya.

Ada lagi pasal yang mengatur perparkiran. Jadi parkiran liar bakal dijerat KHUP baru serta kumpul kebo bahkan melakukan hubungan di luar nikah pun bisa dijerat pasal dalam KHUP baru.

Dibidang hukum ini menjadi kesuksesan Prabowo membuat KHUP semakin humanis dan rasa keadilan menjadi hakiki.

Adapula UU Perampasan Aset yang sudah digodok tinggal diumumkan ke publik kapan berlakunya

Adalagi 12 Perubahan Prosedur Persidangan di KUHAP Baru, misalkan saksi korban tidak harus diperiksa pertama, terdakwa memberikan keterangan di akhir pemeriksaan sampai mekanisme perdamaian.

*Keempat: Bidang ekonomi Tetap Stabil*

Sejauh ini economic sector (sektor ekonomi) sektor masih aman dan pertumbuhan ekonomi masih aman atau di atas 5 persen. Menteri Keuangan Purbaya pun optimis sampai kuartal ke-4 bisa tembus 5,7 persen dan ini bakal melampui era Jokowi hanya rata-rata 5 persen. Semua ini berkat Menteri bergaya ‘Koboi’ Purbaya. Dia sukses membenahi sektor pajak, bea cukai dan sistem keuangan kita yang karut-marut.

Kesuksesan lain Prabowo yakni, berhasil memutus rantai ketergantungan impor beras. Biasanya, kita mengimpor sampai 2 juta ton tapi pada 2025 tak ada yang namanya Impor beras. Disisi lain, ada 12 item yang akan dilarang untuk diimpor.

Selain beras, Pemerintah akan menyetop impor beras khusus untuk bahan baku industri, gula konsumsi atau gula kristal putih, serta jagung pakan.

Bertepatan dengan itu, Pemerintah menerbitkan pula Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 47 Tahun 2025 tentang Barang yang Dilarang untuk Diimpor.

Di era Soeharto dia keras terhadap kebijakan impor. Indonesia pun kala itu bisa aman dari impor kedelai, daging sapi, gula dan garam.

Kebijakan tempo hari Soeharto kembali diterapkan Prabowo dan hasilnya Indonesia bisa surplus beras hingga swasembada pangan

*Prabowo Garang soal Penindakan Korupsi*

Baru era presiden Prabowo, puluhan triliuan duut negara diselamatkan olehnya Negara berhasil menyelamatkan Rp13 triliun uang rakyat dari tindak pidana korupsi.

Uang Rp13 triliun yang berhasil dikembalikan Kejagung tersebut berasal dari putusan Kasasi Mahkamah Agung dalam tiga perkara korupsi fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) tahun 2022, yaitu:
– PT. Nagamas Palmoil Lestari (Putusan Nomor 8431 K/PID.SUS/2025),
– PT. Wilmar Nabati Indonesia (Putusan Nomor 8432 K/PID.SUS/2025),
– PT. Musimas (Putusan Nomor 8433 K/PID.SUS/2025).

*Kelima: Prabowo Berhasil Bongkar para Koruptor Besar*

Terdapat 43 kasus besar korupsi dibongkar di era Prabowo seperti kasus Chrome Book yang menjerat Mantan Menteri Pendidikan dan Ristek, Nadiem Makarim, kasus korupsi Rp100 miliar quota haji yang melibatkan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil.

Kasus terbesar lainnya yang dibongkar di era Prabowo yakni minyak mentah Rp285 triliun dengan menjatuhkan vonis terhadap 18 tersangka.

Diera Prabowo kasus Korupsi Duta Palma Capai Rp104,1 Triliun. Kejagung juga berhasil mengungkap kasus Zaror Ricar terbukti bersalah melakukan pemufakatan jahat suap Hakim Agung dan menerima gratifikasi dengan nilai Rp 1 triliun.

Masih ada kasus besar lagi yakni korupsi minyak sawit Surya Darmadi Rp78,6 triliun. Serta korupsi BBM terbesar Rp285 triliun.

Saya yakin keberhasilan Prabowo akan menjadikan dirinya presiden dua periode. ***

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock