Ragam

Membangun Integrasi Keilmuan dan Keislaman, Prof. Amin Abdullah Dorong Pendekatan Interdisipliner dalam Pendidikan Tinggi Islam

 

YOGYAKARTA || Koranprogresif.id – Upaya membangun jembatan antara keilmuan umum dan nilai-nilai keislaman menjadi tema utama dalam sesi pelatihan yang berlangsung di University Hotel, Yogyakarta, pada Senin (21 Juli 2025).

Prof. Amin Abdullah, Guru Besar Filsafat Islam dan pemikir integratif dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hadir sebagai pemateri dalam sesi bertajuk “Membangun Integrasi Keilmuan dan Keislaman” yang dimulai pukul 14.30 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pelatihan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) yang diikuti oleh 200-an peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS) di Jawa Tengah, DIY dan Indonesia Timur.

Dalam penyampaiannya, Prof. Amin menekankan pentingnya integrasi ilmu untuk menjawab kompleksitas zaman modern.

“Islam tidak boleh dipisahkan dari perkembangan ilmu pengetahuan. Justru yang dibutuhkan adalah cara pandang yang mampu mempertemukan keduanya, sehingga lahir generasi intelektual muslim yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki kerangka etis dan spiritual yang kuat,” ujar Prof. Amin.

Ia menjelaskan bahwa, integrasi keilmuan bukan sekadar penggabungan bidang studi, tetapi sebuah proses rekonstruksi paradigma berpikir agar ilmu pengetahuan dapat menjadi jalan menuju kemaslahatan umat.

Sesi tersebut berlangsung interaktif, salah satunya ditandai dengan pertanyaan dari H. Muhammad Rofik Mualimin, Lc., M.Pd.I., salah satu peserta pelatihan.

Dalam forum, Rofik mengangkat isu tentang tantangan praktis dalam mengimplementasikan integrasi ilmu dan agama di lingkungan kampus swasta.

“Bagaimana strategi konkret untuk membumikan integrasi keilmuan dan keislaman di kampus-kampus yang belum memiliki infrastruktur akademik yang mapan?” tanyanya.

Prof. Amin merespons dengan menggarisbawahi pentingnya membangun komunitas akademik yang inklusif dan dialogis. “Mulailah dari dosennya, dari diskusi kecil yang berkelanjutan. Atmosfer akademik itu bisa dibentuk lewat semangat kolaboratif, bukan hanya lewat struktur kelembagaan,” jawabnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Sri Wahyuni, M.Pd., salah satu peserta dari PTS di Jawa Tengah, menyatakan bahwa, sesi ini memperluas wawasan mereka sebagai pendidik. “Pemikiran Prof. Amin sangat menggugah. Beliau menyadarkan kami bahwa pengajaran bukan sekadar transfer ilmu, tapi juga pembentukan nilai dan karakter,” ujarnya.

Dengan menghadirkan tokoh intelektual seperti Prof. Amin Abdullah, kegiatan PKDP ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas dosen pemula dalam mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang lebih integratif, kritis dan relevan dengan tantangan zaman. (MRM/Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock