Menteri Imipas Agus Andrianto Pimpin Panen Raya, Wali Kota Cirebon Bangga atas Terpilihnya Kota Cirebon Sebagai Pusat Pelaksanaan 

Cirebon – Koranprogresif.id – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Jenderal Pol (Purn) Drs. Agus Andrianto memimpin panen raya ikan dan padi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Kamis (15/1/26).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan pemasyarakatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

 

Dalam acara tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan didampingi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, jajaran pemasyarakatan se-Jawa Barat, serta unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Cirebon,

 

Agus Andrianto menyampaikan bahwa program ketahanan pangan telah dijalankan secara berkelanjutan sejak awal tahun 2025 dan menjadi komitmen bersama jajaran pemasyarakatan dan imigrasi.

 

“Ketahanan pangan ini kita laksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini sudah berjalan sejak awal tahun 2025 sampai sekarang, mencakup sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan,” ujar Agus Andrianto.

 

Ia menjelaskan bahwa seluruh hasil panen dari program ketahanan pangan tersebut akan disumbangkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai daerah.

 

“Semua sepakat bahwa hasilnya nanti akan disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang mengalami musibah bencana di seluruh Indonesia. Seluruh hasil penjualannya nanti akan digunakan untuk kegiatan sosial,” jelasnya.

 

Selain itu, Agus juga mendorong agar program ketahanan pangan disinergikan dengan penyediaan air bersih, khususnya bagi masyarakat yang masih mengalami kesulitan akses air.

 

“Kalau bisa nanti kita sisipkan juga program air bersih, terutama di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan, termasuk untuk anak-anak. Mudah-mudahan ini bisa segera kita distribusikan,” tambahnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengimbau kepada seluruh jajaran, baik pemasyarakatan maupun imigrasi, untuk membangun kolaborasi dengan pengusaha lokal dalam pengelolaan bahan makanan.

 

“Penyedia bahan makanan itu pengusaha lokal. Saya minta mereka dikelola dengan baik agar bisa berkolaborasi dengan masyarakat. Harapannya, anggaran negara yang digunakan bisa menggerakkan ekonomi daerah,” katanya.

 

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa prioritas utama program ini adalah pembinaan warga binaan pemasyarakatan sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.

 

“Proses penghukuman adalah tanggung jawab aparat penegak hukum. Tugas kami di pemasyarakatan adalah mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan bekal positif ya di dapatkan saat mendapatkan pembinaan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo yang mendampingi Menteri selama kegiatan, menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya Kota Cirebon sebagai pusat pelaksanaan panen raya nasional. Menurutnya, keberhasilan Lapas Kelas 1 Cirebon dalam memproduksi barang ekspor dan hasil tani merupakan capaian luar biasa yang patut diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

“Kami merasa bangga karena panen raya nasional ini dipusatkan di Kota Cirebon. Tadi kita saksikan bersama melalui siaran langsung ke seluruh Indonesia, betapa produktifnya rekan-rekan kita di dalam. Ada padi, ikan, bahkan yang sangat membanggakan adalah pelepasan ekspor ketiga hasil produksi teman-teman dari dalam Lapas ke luar negeri,” ungkapnya.

 

Dukungan Pemerintah Kota Cirebon terhadap produktivitas warga binaan pun terus mengalir secara konsisten. Wali Kota menjelaskan bahwa Pemkot Cirebon turut memberikan dukungan berupa penyediaan alat dan bahan baku guna menunjang proses pembinaan di dalam Lapas dan Rutan. Hal ini dilakukan agar keahlian yang didapat warga binaan benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar saat kembali ke masyarakat.

 

“Pemerintah Kota sampai saat ini terus mendukung, mulai dari kebutuhan untuk padi, ikan, hingga bahan baku lainnya. Kami ingin memastikan unsur pembinaan ini berjalan maksimal. Harapannya, khususnya bagi warga Kota Cirebon yang sedang menjalani masa pembinaan, mereka bisa mandiri sepenuhnya saat bebas nanti,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa produk-produk kreatif hasil karya warga binaan, mulai dari kerajinan tangan (handicraft), kaos, bordir, hingga sablon, kini telah memiliki wadah pemasaran yang jelas. Pemkot Cirebon secara resmi menampung produk-produk tersebut di Mal UMKM Kota Cirebon agar dapat dijangkau oleh masyarakat umum dan wisatawan.

 

“Produk mereka sudah lama masuk ke Mal UMKM kita. Kami tampung dan kami bantu pasarkan sebagai bentuk penghargaan atas karya mereka. Jadi, masyarakat bisa melihat langsung kualitasnya yang tidak kalah dengan produk luar. Ini kolaborasi yang sudah berjalan lama, baik dengan pihak Lapas maupun Rutan,” jelasnya.

 

Menutup rangkaian kegiatan, Wali Kota memberikan pesan penyemangat bagi para warga binaan agar tetap optimis menatap masa depan. Ia menilai, pelatihan intensif yang didapatkan di dalam lembaga pemasyarakatan merupakan modal berharga yang mungkin tidak didapatkan oleh orang lain di luar sana.

 

“Untuk saudara-saudara di dalam, jangan berkecil hati. Di sini dilatih berbagai macam keahlian setiap hari secara disiplin. Bisa jadi keahlian nanti jauh lebih hebat dari yang di luar. Teruslah berkarya, karena kami di Pemerintah Kota siap mendukung kemandirian para warga binaan,” pungkasnya. (Roni)

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock