Potensi Unggulan Kabupaten Demak: Aspek Diversifikasi Strategis Menuju Daya Saing Nasional dan Internasional

Oleh: Muhammad Rofik Mualimin (Kolumnis/Dosen STAI Yogyakarta/Pengasuh PP Latifah Mubarokiyah)
YOGYAKARTA || Koranprogresif.id – Kabupaten Demak, dengan kekayaan sejarah, agrikultur, pariwisata religi, ekonomi kreatif, dan potensi infrastruktur, memiliki berbagai sektor unggulan yang layak dikembangkan secara strategis. Artikel ini mengulas beberapa potensi tersebut berdasarkan literatur akademik mutakhir dan menyusun solusi konkret agar Demak siap bersaing di tingkat nasional dan internasional.
A. Potensi Sektor Pariwisata Religi dan Sejarah
Demak dikenal sebagai pusat penyebaran Islam di Jawa, dengan ikon seperti Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga sebagai daya tarik utama
(ejournal.ipdn.ac.id &
kseiuinsaizu.org, 2023).
Susilowati & Purnaweni (2022) menyoroti, pengembangan pariwisata masih terkonsentrasi pada aspek religi dan mimpi zonasi wisata belum diterapkan optimal; kendala berupa fasilitas, koordinasi, promosi, dan SDM masih ditemui
(ejournal2.undip.ac.id).
Solusi strategis konkrit yang perlu dilakukan setidaknya ada empat. Pertama, membuat zonasi wisata religius dan sejarah yang terintegrasi dengan atraksi kebudayaan lain, misalnya: Festival Grebeg Besar
(dinkominfo.demakkab.go.id, 2024).
Kedua, meningkatkan fasilitas transport dan informasi pariwisata. Misalnya, signage wisata dan sarana publik.
Ketiga, pelatihan SDM pariwisata lokal melalui program intensif bersama pemerintah dan perguruan tinggi.
Keempat, kampanye promosi digital global, dengan kolaborasi influencer dan virtual tours, agar destinasi seperti Masjid Agung dan makam dikenal secara internasional.
B. Sektor Pertanian dan Hortikultura
Subsektor hortikultura –bawang merah, kangkung, pisang, bayam, belimbing–menunjukkan tren produksi positif dan potensi komparatif dan kompetitif tinggi di Demak selama 2012‑2021
(etd.repository.ugm.ac.id: 2023).
Komoditas pertanian lain seperti padi, jambu air, blimbing memiliki kontribusi signifikan; Demak menjadi penyangga pangan di Jateng, dan pengolahan pasca panen–misalnya bawang goreng–disebut sebagai jalur potensial menambah nilai
(jateng.antaranews.com: 2025).
Solusi strategis konkrit yang ditawarkan setidaknya ada tiga. Pertama, menyiapkan unit pengolahan hasil panen, misalnya: bawang goreng siap saji, keripik pisang/kangkung.
Kedua, pelatihan dan transfer teknologi pascapanen bersama LIPI untuk petani
(jateng.antaranews.com: 2024).
Ketiga, membentuk kemitraan UMKM pertanian dengan e‑commerce nasional/internasional untuk distribusi produk khas Demak.
C. Ekonomi Kreatif dan UMKM
Sektor UMKM di Demak diberi kesempatan “go international” melalui Demak Expo dan kerja sama lokal-nasional untuk promosi produk unggulan
(jatengprov.go.id: 2025).
Demak juga memiliki potensi besar dalam industri halal lifestyle; wisata religi dapat menjadi pendorong utama industri halal seperti makanan, fashion, travel, kosmetik, dan lainnya
(kseiuinsaizu.org: 2023).
Ada tiga solusi strategis konkrit yang dapat dilakukan. Pertama, mendirikan inkubator UMKM dan forum halal untuk pelatihan branding, sertifikasi halal, dan rencana ekspor.
Kedua, memfasilitasi akses ke sertifikasi halal (Badan atau MUI) serta pendampingan desain kemasan modern dan pemasaran digital.
Ketiga, ensuring UMKM lokal tampil di platform global seperti halal marketplaces atau Ekspo Trade.
D. Sektor Perdagangan, Industri, dan Jasa Dasar
Hasil analisis kuantitatif oleh Sundaro (2022) menunjukkan, sektor unggulan Demak antara lain: perdagangan, air, pengelolaan sampah, pendidikan, jasa keuangan, dan lainnya
(journals.usm.ac.id: 2022).
Munadi & Rizal (2019) juga mengidentifikasi sektor basis unggulan: perdagangan besar dan eceran, reparasi motor dan mobil, industri pengolahan; serta sektor pengadaan listrik dan gas, air, pengelolaan limbah, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial
(repository.uksw.edu: 2024).
Setidaknya ada tiga solusi strategis yang dapat dilakukan. Pertama, pengembangan pusat logistik dan pelayanan publik terpadu, memanfaatkan letak strategis dekat Semarang, akan memacu sektor perdagangan dan jasa.
Kedua, pembangunan kawasan industri kecil untuk pengolahan dan reparasi, mendukung UMKM dan tenaga kerja lokal.
Ketiga, nodernisasi layanan publik–air, energi, sampah–dengan teknologi smart city, meningkatkan kualitas hidup dan efisiensi ekonomi.
E. Infrastruktur dan Aksesibilitas
Semarang–Demak Toll Road (dalam pembangunan sejak 2022) akan memperlancar akses dari Semarang dan meningkatkan konektivitas, termasuk kemudahan ke destinasi wisata utama
(en.wikipedia.org).
Terkait hal ini, ada tiga solusi strategis yang dapat dilakukan. Pertama,
mendorong kolaborasi dinas perhubungan, pariwisata, dan investasi dalam memaksimalkan efek toll road sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata.
Kedua, membangun rest area kreatif sepanjang rute dengan produk lokal, stand UMKM, dan informasi pariwisata.
Ketiga, memanfaatkan infrastruktur baru sebagai magnet investasi industri halal dan ekonomi kreatif.
E. Penutup
Kabupaten Demak memiliki modal besar–warisan sejarah, pertanian subur, UMKM kreatif, serta infrastruktur berkembang. Dengan strategi nyata di atas, Demak dapat mencuat sebagai daerah dengan daya saing tinggi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. ***








