Presiden Prabowo Perlu Evaluasi Gubernur Lemhanas, Jika Mau Jadi PLT Ketua DPD Golkar Jawa Barat

Oleh: Muslim Arbi (Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu)
JAKARTA || Koranprogresif.id – Ace Hasan Shazily yang kini di percaya Presiden Prabowo menjabat sebagai Gubernur Lemhanas, kini sedang jadi pembicaraan ramai di Jawa Barat mau menjabat lagi sebagai Plt ketua DPD Jawa Barat.
Hal itu memantik pertanyaaan di kalangan kader Golkar Jawa Barat. Memang ga ada Kader Golkar lagi di Jawa Barat, sehingga untuk jadi Ketua Plt Golkar Jawa Barat harus Ace yang sudah jabat jabatan setingkat mentri itu harus turun lagi cawe-cawe sebagai Plt Ketua DPD Golkar di Jawa Barat?
Ada kader Golkar yang tidak mau sebutkan namanya celetuk. Kalau begitu selama Ace yang sudah jadi Ketua DPD Golkar di Jawa Barat selama ini gagal dong lakukan kaderisasi kepemimpinan Golkar di Jawa Barat, sehingga dia harus turun lagi sebagai Plt.
Jika benar rumor dan desas – desus soal Ace mau jadi Plt, itu dia bisa dianggap kemaruk atau serakah jabatan dong timpalnya.
Padahal publik tahu rangkai jabatan itu di karang oleh UU. Ace harus menghormati itu sebagai Gubernur Lemhanas. Masa iya sih? Seorang Gubernur Lemhanas tidak tahu UU Rangkap Jabatan?
Rencananya bulan Desember itu tingkat kepemimpinan Plt Ketua DPD Golkar itu mau di ambil lagi oleh Ace. Lucunya, sebagai Ketua DPD turun lagi sebagai Plt. Ini sangat lucu dan membingungkan publik dan Kader Golkar Jawa Barat.
Jika memang benar ambisi dan nafsu kekuasaan yang begitu tinggi bagi Ace untuk mau mengambil Plt jabatan Ketua DPD Golkar Jawa Barat, itu tentunya sangat mengganggu jabatan sebagai Gubernur Lemhanas yang diemban sekarang.
Presiden Prabowo perlu mengevaluasi terhadap Ace Hasan Shazily, jika benar mau menjadi Plt Ketua DPD Golkar Jawa Barat. Dan jika benar Ace lakukan itu, publik anggap tidak amanah dan tindakan itu bertentangan dengan UU soal Rangkap Jabatan.
Karena tindakan Rangkap Jabatan itu dianggap tidak setia pada UU, tidak setia pada Negara, tidak setia pada Rakyat dan melanggar Sumpah dan Janjinya saat di Lantik sebagai Gubernur Lemhanas. ***











