Rokhmin Dahuri Buka Bimtek Barantin untuk Bangkitkan Industri Garam Cirebon

Cirebon – Koranprogresif.id – Badan Karantina Indonesia (Barantin) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Hilirisasi Ekspor Produk Perikanan kepada puluhan petani tambak garam yang mayoritas dari Kabupaten Cirebon, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Anggota DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. yang pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan periode tahun 2001-2004.
Acara yang berlangsung di salah satu Hotel di Kota Cirebon tersebut dihadiri oleh Direktur Manajemen Risiko Karantina Ikan Barantin, Sugeng Sudiarto, Kabalai Besar KHIT DKI Jakarta, Amir Hasannudin, Kabalai KHIT Jawa Barat, Cahyono, Katimja Garam KKP, M. Dzaki dan Andri Melasa, Sekdis DKPP Kab. Cirebon.
Garam merupakan salah satu produk hasil sektor perikanan dan Kabupaten Cirebon termasuk daerah yang memiliki potensi cukup besar. Bimtek Hilirisasi Ekspor Produk Perikanan mengambil studi kasus industri garam di Kabupaten Cirebon.
Kabalai Besar KHIT DKI Jakarta, Amir Hasannudin mengucapkan terima kasih kepada Prof. Rokhmin yang telah memberikan perhatian besar terhadap petani dan industri garam.
“Bimtek kali ini upaya membangun kebersamaan dan sinergi untuk meningkatkan industri garam, khususnya di Kabupaten Cirebon. Pesan saya ketika kita bicara ekspor tentu garamnya harus berkualitas dan juga kuantitas,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Rokhmin menegaskan bahwa para petani harus memperhatikan produktivitas, menjaga kualitas garam, produksi konsisten, dan harga yang bersaing serta ramah lingkungan.
“Para petani tambak garam harus bersyukur karena bisa mendapat bimbingan teknis dari Badan Karantina Indonesia. Saya pastikan para pematerinya sangat mumpuni dan berkualitas. Jadi, ikuti dan simak dengan baik materi yang disampaikan. Ini upaya meningkatkan produktivitas garam demi kesejahteraan,” tandasnya.
Lanjut Rokhmin, menurutnya, potensi garam yang dimiliki Kabupaten Cirebon sangat besar. Tapi, produktivitas masih belum maksimal sehingga pendapatan petani garam juga masih rendah. Oleh karena itu, petani harus memaksimalkan potensi yang ada.
“Bimtek ini ikhtiar untuk membangkitkan dan meningkatkan industri garam di Kabupaten Cirebon. Saya berharap ke depan produksi garam lebih banyak dan berkualitas baik,” pungkasnya. (Roni)



