Yahukimo – koranprogresif.co.id – Satgas Binmas Noken Operasi Damai Cartenz-2022 adakan tradisi adat bakar batu di Kecamatan Kurima, untuk ciptakan situasi dan kondisi aman dan kondusif.
Dalam tradisi bakar batu terdapat makna mendalam, yakni sebagai ungkapan syukur pada Tuhan dan simbol solidaritas yang kuat. Bakar batu merupakan ritual memasak bersama yang bertujuan untuk mewujudkan rasa syukur kepada sang pemberi kehidupan, Senin (30/05/22).
Hadir dalam acara adat tradisi bakar batu, Kasatgas Intel Operasi Damai Cartenz-2022, KBP Dulfi Muis, SH, S.IK di dampingi oleh Wakatgas Binmas Noken Operasi Damai Cartenz-2022, AKBP Yamin Dian Priono SIK, Camat Kurima dan beberapa anggota Iptu Wilhelma Kuruj, Brig Rahmat Novi An-nur, Brig Nasrudin Fahymmu, Brig Arya Chandra, Brig Tengku Raffi Absyah tergabung dalam tim program Koteka (Komunikasi Tokoh Elit Kamtibmas).
Kasatgas Intel Operasi Damai Cartenz-2022, KBP Dulfi Muis, SH, S.IK mengatakan, Bakar batu adalah sebagai alat bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat, menyambut kabar bahagia, atau mengumpulkan prajurit untuk berperang dan pesta setelah perang. “Atau bahkan media perdamaian antarkelompok yang berperang,” ujarnya.
Menurutnya, Ritual ini juga sering dilakukan untuk menghimpun orang pada prosesi pembukaan ladang, kelahiran, kematian, berburu, membangun rumah, perkawinan, dan juga hal-hal lain yang mengharuskan mobilisasi massa dalam jumlah besar. Upacara bakar batu juga merupakan simbol kesederhanaan masyarakat Papua. Muaranya ialah persamaan hak, keadilan, kebersamaan, kekompakan, kejujuran, ketulusan, dan keikhlasan yang membawa pada perdamaian. “Bahkan di komunitas muslim Papua, misalnya, di daerah Walesi Jayawijaya dan komunitas muslim Papua daerah lain, dalam menyambut Ramadan,” kata Kasatgas. (Red).



