Yans Zailani, SH, Mantan Kepala Divisi Imigrasi Kemenkumham, Balon Anggota DPR Partai Ummat
Jakarta – koranprogresif.co.id – Atas peranannya tersebut, Ketua Ikatan keluarga lintang Empat Lawang, Mayjen (Pur) Syarnubi Hasyim melalui mantan Pangkostrad, Letjen Burhanudin Amin yang saat itu bertugas sebagai Kasdam di Pangdam Udayana Bali, agar membujuk beliau menjadi Bupati Kabupaten Empat Lawang yang pertama.
Namun permintaan tersebut beliau tolak dengan halus, karena ingin meneruskan karir di Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumaham, dimana saat itu beliau menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Tanjung pinang, Kepulauan Riau.
H. Yans Zailani, SH, lahir di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, merupakan tokoh penting dalam mendirikan Kabupaten Empat Lawang yang semula menjadi bagian dari Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.
Selanjutnya beliau menjabat Kabid Intel dan pengawasan orang asing di kanwilkumham Banten.
Selanjutnya ditugaskan melaksanakan fungsi Imigrasi di konjen Los Angeles USA 2008-2011 selama bertugas di kantor perwakilan ini, beliau aktif sebagai khotib dan imam sholat di mesjid yang terletak di lantai dasar Konjen tersebut.
Selanjutnya ditugaskan menjadi pejabat eselon II sebagai Sekretaris KORPRI Unit Kemenkumham dan mengakhiri karir sebagai Kepala Divisi Imigrasi Kemenkumham Babel 2013.
Pada tahun 2014, beliau alih profesi sebagai Advokat Peradi hingga sekarang.
Beliau menyelesaikan pendidikan SD, SMP dan SMA di Kota pagar Alam, kemudian meneruskan ke Fakultas Hukum Universitas Trisakti di Jakarta jurusan Hukum pidana. Selama kuliah, beliau aktif dalam organisasi mahasiswa dan pernah menduduki jabatan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa dan Ketua Senat Mahasiswa.
Selama berkarir di Dirjen Imigrasi, beliau aktif di bidang organisasi DPP BALADHIKA KARYA, ormas Pengkaderan Partai Gelar. Dan Aktif mengikuti kampanye sampai ke daerah-daerah bersama Oetoyo Oesman, Menteri Kehakiman saat itu.
Setelah pensiun dengan pangkat IV /D, beliau memilih untuk pencalonan melalui Partai Ummat, karena merasa lebih sesuai dengan hati nurani. (Syarif).




