1.061 Koperasi Merah Putih Diresmikan, Dandim 0614/Kota Cirebon Sebut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat

KOTA CIREBON – Koranprogresif.id – Sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi dilaunching secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (16/5/2026).
Di Kota Cirebon, peluncuran program strategis nasional tersebut dipusatkan di Gerai KDKMP Kelurahan Kesenden, Jalan Kapten Samadikun, Kecamatan Kejaksan, dan diikuti langsung oleh Komandan Kodim 0614/Kota Cirebon Letkol Arm Drajat Santoso bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon.
Kegiatan launching dilaksanakan secara video conference dan terhubung langsung dengan pusat kegiatan di Desa Ngelawak, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang dihadiri Presiden Prabowo beserta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, dan Kapolri.
Turut hadir dalam kegiatan di Kota Cirebon unsur Forkopimda, pengurus Koperasi Merah Putih, Kasrem 063/Sunan Gunung Jati, serta tamu undangan lainnya yang mendukung penuh pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
Dalam keterangannya, Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso S.Kom., M.Han. menyampaikan bahwa program Koperasi Merah Putih menjadi langkah bersejarah dalam menghadirkan negara untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
“Apa yang disampaikan Bapak Presiden memang benar bahwa saat ini kita sangat membutuhkan penguatan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Merah Putih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa dirinya bersama unsur terkait telah berupaya maksimal dalam merealisasikan program tersebut di Kota Cirebon
“Alhamdulillah saat ini di Kota Cirebon sudah terbentuk tiga titik KDKMP yang berada di Kelurahan Kesenden, Kelurahan Kecapi, dan Kelurahan Larangan” jelasnya.
Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa pembangunan gerai koperasi saat ini masih dalam tahap pemenuhan fasilitas dan sarana pendukung. Beberapa lokasi disebut masih berupa etalase dan belum sepenuhnya dilengkapi kebutuhan operasional.
Ke depan, seluruh kebutuhan koperasi akan dipenuhi secara bertahap mulai dari permodalan, penyediaan barang, hingga sarana dan prasarana penunjang lainnya agar manajemen koperasi dapat berjalan optimal sesuai arahan pemerintah pusat.
Terkait operasional koperasi, pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat. Sebab, tahap awal pelaksanaan program saat ini masih diprioritaskan untuk wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, sementara Jawa Barat masih menunggu kesiapan lanjutan.
“Kami menunggu sampai semuanya siap dan terpenuhi, baru sistem akan berjalan,” ungkapnya.
Drajat juga menyinggung soal pengadaan lahan yang berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 dikembalikan kepada pemerintah daerah. Namun hingga saat ini, Pemerintah Daerah baru menyediakan tiga titik lokasi yang sedang dikerjakan.
Meski waktu pembangunan cukup terbatas, Drajat optimistis seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu. Pasalnya, seluruh gerai ditargetkan rampung sebelum 16 Agustus 2026 dan akan kembali diresmikan secara nasional pada 17 Agustus mendatang.
“Kalau melihat waktu memang sangat mepet. Satu gerai saja kemarin dikerjakan selama 92 hari dan itu sangat ketat, tetapi alhamdulillah bisa kami selesaikan,” pungkasnya.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembentukan koperasi berbasis desa dan kelurahan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Roni)


