13 Warga Kelurahan Drajat Lolos Verifikasi Program BSPS 2026

KOTA CIREBON – Koranprogresif.id – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) kini menjangkau di wilayah Kelurahan Drajat, Kota Cirebon.
Dari total 55 calon penerima bantuan yang diajukan, sebanyak 13 warga dinyatakan lolos proses verifikasi dan validasi (verval).
Lurah Drajat, Daniar Renaldi, menjelaskan bahwa pihak kelurahan pertama kali menerima informasi terkait program tersebut dari tim teknis Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) beberapa waktu lalu.
“Pada saat itu kami dihubungi oleh tim teknis Kementerian PKP bersama Dinas DPRKP bahwa di Kelurahan Drajat akan dilakukan verifikasi dan validasi data bagi calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS,” ujar Daniar, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, pihak kelurahan menyambut baik program tersebut dan langsung melakukan koordinasi bersama dinas terkait serta tim teknis kementerian guna membahas mekanisme pelaksanaan verval.
Dari hasil verifikasi yang dilakukan, hanya 13 warga yang memenuhi syarat sebagai penerima bantuan. Daniar menyebut, terdapat sejumlah kriteria yang wajib dipenuhi calon penerima, di antaranya memiliki sertifikat hak milik, masuk kategori desil 1 hingga 4, serta terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Awalnya kami menerima data sebanyak 55 calon penerima bantuan. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi, yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 13 calon penerima bantuan,” katanya.
Ia menambahkan, realisasi program BSPS direncanakan berlangsung pada tahun 2026. Namun hingga saat ini, jadwal pelaksanaan secara rinci masih menunggu informasi lanjutan dari pemerintah pusat maupun dinas terkait.
“Untuk spesifikasi waktunya kami masih menunggu informasi lebih lanjut karena masih terus berkoordinasi dengan dinas DPRKP dan tim teknis kementerian,” ungkap Daniar.
Saat ini, tahapan verval dan sosialisasi kepada calon penerima bantuan telah selesai dilaksanakan. Tahapan berikutnya adalah proses pelelangan toko bangunan sebagai penyedia material pembangunan.
Daniar menjelaskan, dalam proses tersebut tim teknis kementerian telah membentuk kelompok lelang yang terdiri dari para calon penerima bantuan.
Nantinya, minimal tiga toko bangunan akan memberikan penawaran harga material yang akan dipilih sesuai kebutuhan dan anggaran penerima bantuan.
“Kelompok lelang sudah dibentuk. Nantinya akan ada tiga toko bangunan yang memberikan penawaran harga, kemudian dipilih yang paling sesuai dengan anggaran,” jelasnya.
Adapun besaran bantuan BSPS yang diterima masing-masing penerima sebesar Rp20 juta, terdiri dari Rp17,5 juta untuk konstruksi bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. (Roni)








