STAI Yogyakarta Gelar Workshop Penjaminan Mutu, Teguhkan Komitmen Menuju Kampus Unggul

YOGYAKARTA || Koranprogresif.id – Bertempat di aula utama, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta menggelar Workshop Penjaminan Mutu, pada Rabu siang (13/8) mulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan kehangatan, diikuti oleh seluruh kaprodi dan dosen STAI Yogyakarta.
Workshop ini menghadirkan narasumber utama dari FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang tak asing lagi di bidangnya, Dr. Zainal Arifin, S.Pd.I., M.S.I., yang membawakan materi tentang pentingnya sistem penjaminan mutu dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman dan keilmuan.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua STAI Yogyakarta, Dr. Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun budaya mutu di lingkungan kampus.
“Mutu bukanlah tujuan akhir, tapi sebuah proses yang harus kita jalani bersama secara berkelanjutan. Melalui workshop ini, kita ingin membekali para dosen dan pimpinan program studi dengan pemahaman dan semangat yang sama tentang bagaimana menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di STAI Yogyakarta,” ungkapnya dengan semangat.

Hadir pula dalam kegiatan ini, Wakil Ketua I, Dr. Agus Supriyanto, S.H.I., S.H., M.S.I., C.M., dan Wakil Ketua II, H. Suharto, M.M., yang mendampingi jalannya acara dari awal hingga akhir.
Tak ketinggalan, turut hadir tokoh ulama Yogyakarta, K.H. Muhammad Rofik Mualimin, Lc., M.Pd.I., yang memberikan semangat dan dukungan moril untuk peningkatan kualitas kampus.
Dalam penyampaian materinya, Dr. Zainal Arifin mengajak seluruh peserta untuk memahami filosofi mutu sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan profesional seorang pendidik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarunit, pelaksanaan audit internal yang konsisten, hingga penyusunan dokumen standar mutu yang dinamis.
“Jangan takut dengan kata audit. Itu bukan untuk mencari kesalahan, tapi sebagai cermin agar kita tahu di mana posisi kita sekarang dan bagaimana melangkah lebih baik,” jelasnya yang disambut anggukan peserta.
Sesi diskusi pun berlangsung seru. Para dosen tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar implementasi standar mutu di prodi masing-masing. Beberapa di antaranya menyinggung soal tantangan teknis dalam pengumpulan data dan penyusunan borang akreditasi.
Workshop yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan semangat baru dari seluruh civitas akademika STAI Yogyakarta untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan. Harapannya, kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi titik tolak budaya mutu yang hidup di lingkungan kampus. (MRM/Red).







