TNI Polri

Angka Pengguna Narkoba Naik, BNNP Jateng Gandeng TATV Surakarta Dorong Gerakan Ananda Bersinar

SURAKARTA || Koranprogresif.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) terus memperkuat komitmennya dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui pendekatan preventif dan edukatif.

 

Komitmen tersebut ditegaskan dalam program Ngashoow BNNP Jateng bertajuk “Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (Ananda Bersinar)” yang disiarkan secara langsung melalui TATV Surakarta, Rabu (11/2/2026).

 

Kegiatan ini menghadirkan Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H, M.H, sebagai narasumber utama, serta langsung disambut di studio TATV oleh Direktur Utama TAMG (TATV), Justus Budhianto.

 

Dalam talkshow tersebut, Toton Rasyid menegaskan bahwa, tantangan pemberantasan narkotika saat ini semakin kompleks dan data penelitian terbaru justru terjadi kenaikan prevalensi narkoba khususnya di kalangan generasi muda.

 

“Kenaikan ini bukan sekadar angka statistik, tetapi gambaran nyata ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia bangsa. Terlebih, kelompok usia 15–49 tahun menjadi kelompok paling rentan, termasuk generasi muda di wilayah perkotaan,” tegas Toton.

 

Ia menjelaskan bahwa, pola peredaran narkotika kini telah bertransformasi ke ranah digital, memanfaatkan media sosial dan platform daring yang membuat jaringan semakin sulit dilacak. Selain itu, munculnya 1.386 jenis zat psikoaktif baru (NPS) semakin memperumit pengawasan dan penindakan.

 

“Jika hanya mengandalkan pendekatan represif, kita tidak akan pernah selesai. Karena itu, BNN mencanangkan gerakan nasional Ananda Bersinar, yang menitikberatkan pada pencegahan sejak dini, pendekatan humanis, edukatif, dan berbasis keluarga,” ujarnya.

 

Program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak) menempatkan anak sebagai pusat perhatian sekaligus subjek yang diberdayakan. Anak tidak hanya dilindungi, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi tangguh yang memiliki daya tolak terhadap narkoba.

 

Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, BNN bekerja sama dengan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyusun Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).

 

“Kurikulum ini memungkinkan nilai-nilai anti narkoba diintegrasikan mulai dari PAUD/TK hingga perguruan tinggi. Pencegahan harus dimulai dari rumah, diperkuat di sekolah, dan dijaga oleh lingkungan. Seberapa kuat pun penindakan hukum, Jawa Tengah akan jauh lebih tahan terhadap ancaman narkoba jika keluarga berfungsi sebagai benteng pertama,” pungkas Toton.

 

Sementara itu, Direktur Utama TAMG (TATV), Justus Budhianto, menegaskan bahwa, melalui kolaborasi ini, kami bisa menyampaikan strategi dan temuan baru dari BNNP Jawa Tengah sebagai upaya menekan serta meminimalisir korban narkotika. “Harapan kami, masyarakat khususnya anak muda bisa terbebas dari ancaman narkotika yang merusak negara kita, Indonesia,” ujar Justus Budhianto.

 

Ia menambahkan bahwa, kolaborasi antara BNNP Jawa Tengah dan TATV merupakan bentuk sinergi strategis antara institusi negara dan media penyiaran dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

 

“BNNP Jawa Tengah berperang melawan penyalahgunaan narkotika yang merusak bangsa. Sebagai media, kami sangat bersyukur bisa bekerja sama karena kami memiliki fungsi mengedukasi dan memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada masyarakat,” lanjutnya.

 

Justus Budhianto juga menyatakan kesiapan TATV untuk terus mendukung kampanye preventif melalui berbagai program siaran, baik talk show, liputan khusus, maupun konten edukatif di platform digital.

 

Melalui kolaborasi ini, BNNP Jawa Tengah optimistis bahwa, gerakan Ananda Bersinar tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi gerakan bersama yang hidup di tengah masyarakat, demi mewujudkan Jawa Tengah yang lebih tangguh dan bersinar tanpa narkoba. (Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock