Mitra TNI

Babinsa Bulu Lor Terus Kawal Proyek TMMD 129 Jembatan dan RTLH

 

PONOROGO || Koranprogresif.id – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bulu Lor terus aktif dalam melakukan pengawalan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-129 yang saat ini sedang berlangsung di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Senin (10/08/2026).

Keberadaannya yang menjadi penghubung atau jembatan antara TNI, Pemerintah Daerah serta masyarakat tersebut merupakan salah satu kunci utama dalam suksesnya program program pembangunan yang ada di wilayah Desa binaan termasuk pada program TMMD ke-129 kali ini.

Menyadari hal tersebut, Serka Djarno yang didapuk oleh satuannya untuk menjadi Babinsa di Desa Bulu Lor tersebut tak henti-hentinya untuk melakukan monitoring terhadap perkembangan disemua sasaran program TMMD baik itu sasaran fisik maupun non fisik. Bahkan kerja malam / lembur yang yang selama ini terus dilakukan oleh anggota Satgas TMMD bersama masyarakat juga tidak luput dari kehadirannya.

“Pendampingan terus kami lakukan baik di sasaran fisik maupun sasaran non fisik, bahkan disaat saat rekan rekan semua melaksanakan pekerjaan lembur hingga larut malam,” ujarnya.

Kehadiran Babinsa tersebut, tentu sangat memberikan dampak positif bagi kemajuan pembangunan proyek TMMD 129 Bulu Lor. Tidak hanya itu, mayoritas anggota Satgas bahkan warga juga sangat menyambut baik kehadiran Babinsa di setiap titik sasaran. Salah satunya Pak Hadi Siswanto (48 tahun), alamat Dukuh Ngipik Bulu Lor yang melihat langsung aktivitas Babinsa dalam kerja sehari-hari.

“Alhamdulillah senang Pak, sudah dibantu bangun rumah dan paving jalan sampai bekerja malam hari semua tetap semangat bekerja,” ujar Pak Hadi yang adalah salah satu pemilik rumah yang memperoleh program perehaban RTLH dari Satgas TMMD 129 Desa Bulu Lor.

Sementara itu, pembangunan rumah milik Puguh (58), yang menjadi salah satu sasaran program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo Tahun 2026. Sejak pagi, anggota Satgas TMMD bersama warga sekitar dan keluarga Puguh bekerja bahu membahu menyelesaikan pembangunan rumah yang saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Para pekerja terlihat fokus mengerjakan bagian teras rumah sebagai tahap akhir sebelum bangunan tersebut dapat digunakan sepenuhnya oleh pemiliknya.

Pembangunan rumah Puguh mendapat perhatian tersendiri dari Satgas TMMD, karena pelaksanaannya tidak lagi sebatas rehabilitasi rumah tidak layak huni sebagaimana rencana awal. Setelah dilakukan pembongkaran, sebagian besar material rumah lama diketahui sudah tidak layak digunakan kembali sehingga pembangunan harus dilakukan hampir dari awal. Kondisi tersebut membuat pekerjaan menjadi lebih besar, namun tidak mengurangi semangat anggota Satgas TMMD dan masyarakat untuk menyelesaikannya tepat waktu. Kehadiran warga lingkungan Dukuh Bulu yang secara sukarela turut membantu pekerjaan menjadi salah satu faktor yang mempercepat progres pembangunan rumah tersebut.

Sutris (68), kakak kandung Puguh yang tinggal di Dukuh Ngipik, Desa Bulu Lor, mengaku hampir setiap hari datang ke lokasi untuk membantu proses pembangunan rumah adiknya. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi hal penting karena kondisi rumah yang sebelumnya ditempati Puguh memang sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.

“Kami ini sepuluh bersaudara, sekarang tinggal delapan orang, itu pun ada yang tinggal di luar kabupaten dan luar Jawa. Kami sekeluarga saling mendukung, yang kebetulan adik kami Puguh ini rumahnya benar-benar memprihatinkan. Kami bersyukur rumah Puguh dibangun bapak-bapak TNI, ya kami membantu semampu kami. Kemungkinan nanti hari Rabu semuanya sudah selesai,” ujar Sutris.

Ia menambahkan bahwa, keterlibatan keluarga dalam proses pembangunan bukan hanya sebagai bentuk dukungan moril, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap sesama anggota keluarga. “Dengan adanya bantuan dari Satgas TMMD dan masyarakat sekitar, beban yang selama ini dirasakan Puguh menjadi jauh lebih ringan,” katanya.

Sutris berharap, rumah baru tersebut nantinya dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi adiknya untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Di lapangan, anggota TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo terus bekerja bersama masyarakat Dukuh Bulu untuk menuntaskan berbagai sasaran fisik yang telah diprogramkan. Pembangunan rumah milik Puguh menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Selain membantu penyediaan hunian yang layak, kegiatan tersebut juga memperkuat budaya gotong-royong yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat pedesaan.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 95 persen, rumah milik Puguh diperkirakan segera selesai dalam beberapa hari ke depan. Keberhasilan pembangunan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Satgas TMMD, keluarga penerima manfaat dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret bagi warga yang membutuhkan. (Red/MdC 0802/Pam).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock