Mitra TNI

BNNP Jateng Gandeng Kwarda, Kak Toton Siapkan “Pasukan Anti Narkoba” dari Gerakan Pramuka

 

 

SEMARANG || Koranprogresif.id — Meningkatnya prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang kini didominasi kalangan generasi muda menjadi perhatian serius berbagai pihak. Peredaran narkoba yang semakin masif melalui media sosial dengan berbagai modus juga dinilai semakin dekat dengan kehidupan anak muda dan menjadi ancaman nyata bagi masa depan bangsa.

 

Kondisi tersebut mendorong Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memperkuat sinergi dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah melalui audiensi dan pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), yang dilaksanakan pada Kamis (7 Mei 2026) di Gedung Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah.

 

Audiensi tersebut dihadiri Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H, M.H dan Ketua Kwarda Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc, yang juga Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro.

 

Dalam sambutannya, Kepala BNNP Jawa Tengah, Kak Toton menyampaikan bahwa, persoalan narkoba merupakan isu serius yang menjadi perhatian nasional dan masuk dalam Asta Cita Presiden, sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk Gerakan Pramuka.

 

“Audiensi ini dilaksanakan dalam rangka membangun Perjanjian Kerja Sama antara BNN Provinsi Jawa Tengah dengan Kwarda Jawa Tengah. Permasalahan narkoba tidak bisa diselesaikan sendiri, tetapi harus melalui sinergi dan kolaborasi bersama,” ujarnya.

 

Kak Toton mengungkapkan, meskipun pendidikan karakter terus digaungkan, berbagai persoalan di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan besar, termasuk meningkatnya penyalahgunaan narkoba pada usia produktif.

 

“Data nasional menunjukkan angka penyalahgunaan narkoba mengalami kenaikan dan yang paling mengkhawatirkan justru terjadi pada kelompok usia muda. Di Jawa Tengah sendiri terdapat sekitar 195.081 orang terpapar narkoba yang membutuhkan pemulihan dan rehabilitasi. Jangan sampai peredaran gelap narkoba merambah generasi muda, termasuk di lingkungan Gerakan Pramuka,” tegasnya.

 

Beliau juga menyoroti maraknya peredaran narkoba melalui media sosial yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.

 

Selain itu, BNNP Jawa Tengah mendorong pembentukan Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba sebagai role model yang dimulai dari tingkat Provinsi dan nantinya dapat dikembangkan di 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

 

“Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda sehingga dapat menjadi mitra penting BNN dalam penguatan program pencegahan narkoba. Harapan kami, kerja sama ini tidak hanya tertuang dalam PKS, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata dan berkelanjutan. Pendekatan peer education atau teman sebaya sangat penting dalam membangun kesadaran anti narkoba di kalangan generasi muda,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Kwarda Jawa Tengah, Kak Budi, menyambut baik langkah kolaborasi yang dibangun bersama BNNP Jawa Tengah.

 

“Kami menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang dibangun ini. Kehadiran BNN tentu akan membuat Gerakan Pramuka Jawa Tengah semakin berwarna dalam membangun generasi muda yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.

 

Kak Budi mengakui bahwa, hingga saat ini Satuan Karya Anti Narkoba belum terbentuk di lingkungan Pramuka Jawa Tengah, padahal keberadaannya sangat penting dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang produktif dan edukatif.

 

“Bagaimana membangun branding kesadaran anti narkoba melalui kegiatan kepramukaan yang menarik dan tidak membosankan menjadi tantangan bersama. Di Pramuka, pendidikan dilakukan sambil bermain sehingga tanpa disadari mereka belajar hal-hal positif,” katanya.

 

Kwarda Jawa Tengah juga menyatakan, kesiapan untuk mendukung sosialisasi anti narkoba kepada seluruh anggota Pramuka di Jawa Tengah.

 

“Kami sangat konsen terhadap persoalan narkoba karena saat ini sudah merambah semua kalangan. Kader-kader Pramuka bisa menjadi Sahabat BNN sekaligus agen pencegahan melalui pendekatan teman sebaya,” ujar Kak Budi.

 

Melalui draft PKS yang tengah disiapkan, kedua belah pihak sepakat memperkuat sinergi melalui berbagai program, di antaranya penyebarluasan informasi dan edukasi P4GN, pembentukan relawan anti narkotika, pembentukan rintisan Saka Anti Narkoba, peningkatan kompetensi anggota Pramuka terkait P4GN, hingga pelaksanaan deteksi dini narkotika.

 

Kolaborasi ini diharapkan, menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan generasi muda Jawa Tengah terhadap ancaman narkoba sekaligus mendukung terwujudnya “Jawa Tengah Bersinar” (Bersih dari Narkoba). (Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock