BNNP Jateng Perkuat ANANDA Bersinar di Magelang, 598 Sekolah Dasar Disiapkan Terapkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba

MAGELANG || Koranprogresif.id – Upaya membangun generasi muda yang sehat, cerdas dan bersih dari narkoba terus diperkuat di Kabupaten Magelang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Penandatanganan Komitmen Bersama Gerakan ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba) sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BNN Kabupaten Magelang dengan tujuh sekolah dasar (SD) perwakilan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Cemerlang, Kantor Bupati Magelang, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K, S.H, M.Hum, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, Kepala BNN Kabupaten Magelang, Kombes Pol. Sri Winugroho, S.I.K, M.H, jajaran Pemerintah Kabupaten Magelang, unsur pendidikan, serta perwakilan kepala sekolah.
Penandatanganan dengan tujuh sekolah menjadi langkah awal yang selanjutnya akan diperluas ke 598 SD di seluruh wilayah Kabupaten Magelang. Perluasan tersebut sekaligus menjadi momentum implementasi Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari penguatan pencegahan narkoba sejak usia dini.
Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat menegaskan bahwa, perlindungan anak dari ancaman narkoba harus dimulai sejak usia dini dengan melibatkan lingkungan pendidikan, keluarga dan masyarakat.
“ANANDA Bersinar bukan sekadar program, tetapi gerakan untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman dan terlindungi dari narkotika. Karena itu, pencegahan tidak boleh menunggu anak menjadi remaja. Kita harus hadir sejak mereka berada di sekolah dasar,” tegas Agus Rohmat. 
Menurutnya, implementasi ANANDA Bersinar di Kabupaten Magelang juga menjadi momentum untuk memperkuat IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba), sehingga edukasi anti narkoba tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat terintegrasi dalam proses pendidikan di sekolah.
“Hari ini kita tidak hanya menandatangani dokumen, tetapi menandatangani komitmen untuk menjaga masa depan anak-anak. Tujuh sekolah ini adalah titik awal untuk menuju 598 SD. Kita ingin nilai-nilai pencegahan narkoba menjadi bagian dari pendidikan, karakter dan kehidupan sehari-hari anak-anak kita,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menegaskan bahwa, Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen memperkuat sinergi dengan BNN dan dunia pendidikan dalam melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkotika.
“Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan perhatian serius terhadap persoalan narkotika. Melalui sinergi dengan BNN, Kepolisian, TNI, lembaga pendidikan dan masyarakat, kami terus memperkuat pencegahan, pemberdayaan masyarakat, deteksi dini, hingga rehabilitasi,” kata Grengseng.
Ia menilai, sekolah memiliki posisi strategis sebagai benteng awal pembentukan karakter dan daya tangkal anak terhadap narkoba. Karena itu, kerja sama yang telah ditandatangani diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
“Sekolah adalah benteng pertama dalam membangun generasi Indonesia Bersinar—bersih dari narkoba. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi dilanjutkan dengan edukasi, sosialisasi, pembinaan karakter, serta keterlibatan guru dan orang tua untuk melindungi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Kepala BNN Kabupaten Magelang, Kombes Pol. Sri Winugroho mengatakan, penandatanganan PKS dengan tujuh sekolah merupakan tahap awal untuk memperluas Gerakan ANANDA Bersinar ke seluruh satuan pendidikan dasar di Kabupaten Magelang.
“Hari ini kita mulai dari tujuh sekolah sebagai perwakilan. Selanjutnya, gerakan ini akan kita dorong untuk diterapkan di 598 sekolah dasar di seluruh Kabupaten Magelang. Ini adalah gerakan bersama untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan perlindungan sejak dini,” ujar Sri Winugroho.
Ia menegaskan bahwa, keberhasilan ANANDA Bersinar dan IKAN membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan, termasuk kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, pemerintah daerah dan masyarakat.
“BNN tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan seluruh ekosistem pendidikan untuk membangun daya tangkal anak terhadap narkoba. Melalui ANANDA Bersinar dan integrasi kurikulum anti narkoba, kita ingin pencegahan menjadi bagian dari budaya sekolah dan kehidupan anak sehari-hari,” tegasnya.
Penandatanganan komitmen bersama dan PKS tersebut menjadi langkah konkret memperluas gerakan pencegahan narkoba berbasis pendidikan di Kabupaten Magelang. Dari tujuh sekolah sebagai titik awal, gerakan ditargetkan menjangkau 598 SD, sehingga semakin banyak anak mendapatkan edukasi dan perlindungan dari ancaman penyalahgunaan narkotika sejak usia dini.
Melalui sinergi BNN, pemerintah daerah, dunia pendidikan, keluarga dan masyarakat, Gerakan ANANDA Bersinar diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, berkarakter dan memiliki daya tangkal terhadap narkoba. (Red).









