BNNP Jateng Perkuat Peran Remaja Lewat Pelatihan Pendidik Sebaya Anti Narkotika, Dukung ANANDA BERSINAR

SEMARANG || Koranprogresif.id – Tren penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan serius. Berbagai hasil pemetaan menunjukkan bahwa kelompok usia remaja menjadi salah satu yang paling rentan, baik karena faktor pergaulan, rasa ingin tahu, maupun tekanan lingkungan.
Kondisi ini menuntut adanya pendekatan pencegahan yang lebih inovatif, menyasar langsung pada kelompok sebaya sebagai garda terdepan.
Menjawab tantangan tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) menggelar kegiatan Pelatihan Pendidik Sebaya Anti Narkotika pada 21–23 April 2026 di SMK Negeri 7 Semarang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Remaja Teman Sebaya (RTS) sekaligus selaras dengan gerakan nasional ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika dimulai dari Anak) yang diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.
Program ANANDA Bersinar menekankan pentingnya pencegahan sejak usia dini melalui penguatan karakter dan ketahanan diri anak. Selain itu, program ini juga mendorong terwujudnya Desa Bersinar (Bersih Narkoba), pendekatan psikososial bagi anak di bawah usia 18 tahun, serta penyediaan layanan edukasi dan rehabilitasi yang mudah diakses masyarakat.
Pelatihan ini diikuti oleh siswa-siswi SMA/SMK dari berbagai sekolah di Kota Semarang yang dipilih sebagai calon pendidik sebaya. Para peserta dibekali melalui Modul SIGAB (Siaga Lawan Narkoba), yang menitikberatkan pada tiga aspek utama, yaitu regulasi diri, asertivitas dan kemampuan reaching out.
Kegiatan secara resmi ditutup oleh Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H, M.H, yang menegaskan bahwa, keterlibatan generasi muda menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan narkoba. “Perang melawan narkoba hari ini tidak lagi bisa dilakukan dengan pendekatan konvensional semata. Kita menghadapi dinamika yang semakin kompleks, di mana peredaran narkotika menyasar langsung generasi muda dengan berbagai cara yang semakin adaptif. Oleh karena itu, kita membutuhkan strategi yang juga adaptif, salah satunya melalui pendekatan teman sebaya,” terangnya.
Beliau juga melihat bahwa, remaja memiliki kekuatan pengaruh yang sangat besar terhadap lingkungannya. Apa yang disampaikan oleh teman sebaya seringkali lebih mudah diterima, lebih dipercaya dan lebih berdampak dibandingkan pendekatan formal. Inilah yang menjadi dasar pentingnya program ini.
“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, keberanian dan kepedulian sosial. Kami berharap para peserta mampu menjadi role model, menjadi penggerak, sekaligus menjadi benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi bagian dari gerakan besar menyelamatkan generasi bangsa,” ujar Toton Rasyid.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 7 Semarang, Drs. Luluk Wibowo, S.ST, M.T, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut serta dampaknya bagi peserta didik. “Kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, karena sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kepedulian sosial yang tinggi,” terangnya.
Kehadiran program ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar secara aktif, berdiskusi, serta mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinan mereka. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga, karena mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dilatih untuk menjadi penyampai pesan yang positif di lingkungan sebayanya.
“Kami berharap para peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menjadi pionir di sekolah, mampu menginspirasi teman-temannya, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bersih dari narkoba. Ke depan, kami juga berharap sinergi antara sekolah dan BNN dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” ungkapnya.
Dari sisi peserta, kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan. Salah satu peserta, Zahira Eka Puspitasari dari SMA Negeri 3 Semarang, menyampaikan bahwa, pelatihan ini meningkatkan kepercayaan dirinya serta memberikan perspektif baru. “Selama mengikuti pelatihan ini, saya merasa mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah saya dapatkan. Tidak hanya tentang bahaya narkoba, tetapi juga bagaimana cara berkomunikasi dengan teman sebaya, bagaimana menyampaikan pesan dengan baik, serta bagaimana menjadi pribadi yang lebih percaya diri,” ungkapnya.
Zahira juga belajar bahwa, menjadi pendidik sebaya bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga menjadi contoh dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus menjaga diri dan memberikan pengaruh positif kepada lingkungan sekitar.
“Setelah kegiatan ini, saya ingin mulai dari hal kecil, seperti mengajak teman-teman untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan menjauhi hal-hal negatif. Harapan saya, apa yang kami pelajari di sini bisa benar-benar berdampak dan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik dan bebas dari narkoba,” tuturnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai rangkaian materi, diskusi, simulasi, hingga praktik menjadi fasilitator sebaya. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan agen perubahan yang tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu menyebarkan energi positif di lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, BNNP Jawa Tengah menegaskan komitmennya secara nyata dalam mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat secara fisik dan mental, tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, serta memiliki karakter kuat yang berlandaskan nilai-nilai positif. Upaya ini tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui pendekatan edukatif, partisipatif dan berkelanjutan.
Hal tersebut selaras dengan semangat ANANDA Bersinar yang mengedepankan peran aktif generasi muda sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika. Dengan sinergi yang kuat dan konsisten, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga diri, lingkungan, serta masa depan bangsa dari ancaman narkoba. (Red).





