Pendidikan

Disdik- BNNP Jateng Dukung IKAN untuk SMA-SMK se-Jawa Tengah, Bentuk Ketahanan Pelajar Hadapi Ancaman Narkoba

SEMARANG || Koranprogresif.id – Ancaman penyalahgunaan narkotika yang semakin menyasar generasi muda mendorong Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, memperkuat sinergi pencegahan melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara BNNP Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pemuda Nomor 134, Semarang, Selasa (9/6/2026).

 

Audiensi dipimpin oleh Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H., M.H, dan diterima oleh Sunarto, S.Pd., M.Pd., Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Pertemuan tersebut membahas penguatan implementasi Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) pada satuan pendidikan SMA dan SMK di Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya mendukung Gerakan ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba) yang termasuk dalam rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNP Jawa Tengah Toton Rasyid menyatakan bahwa tantangan penyalahgunaan narkoba saat ini semakin kompleks karena menyasar kelompok usia produktif, khususnya generasi muda usia 15 hingga 24 tahun. Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya pemanfaatan media sosial dan platform digital sebagai sarana pemasaran, transaksi, dan komunikasi jaringan peredaran gelap narkotika.

 

“Saat ini prevalensi penyalahgunaan narkoba menunjukkan kecenderungan yang perlu menjadi perhatian serius bersama. Kelompok usia muda justru menjadi kelompok yang sangat rentan. Ditambah lagi, peredaran narkoba melalui media sosial dan ruang digital semakin meningkat sehingga membutuhkan pendekatan pencegahan yang lebih masif, sistematis dan berkelanjutan,” ujar Toton Rasyid.

 

Toton menilai bahwa, dunia pendidikan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun ketahanan diri generasi muda terhadap ancaman narkoba. Oleh karena itu, BNNP Jawa Tengah mendorong implementasi Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) sebagai langkah konkret membangun budaya anti narkoba di lingkungan sekolah.

 

“Program IKAN merupakan program strategis nasional hasil kolaborasi Badan Narkotika Nasional dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengintegrasikan nilai-nilai anti narkoba ke dalam proses pembelajaran tanpa menambah mata pelajaran baru. Materi anti narkoba disisipkan secara kontekstual dalam pembelajaran, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta budaya sekolah,” terangnya.

 

Melalui IKAN, beliau menambahkan bahwa, BNN ingin membangun ketahanan anti narkoba sejak dini. Pendidikan anti narkoba tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi sesaat, tetapi harus menjadi bagian dari proses pendidikan yang berkelanjutan.

 

“Kami juga mendorong lahirnya Sobat Bersinar, agen perubahan dan duta anti narkoba dari kalangan pelajar yang mampu menjadi teladan bagi teman sebaya di lingkungan masing-masing. Pendekatan teman sebaya menjadi salah satu strategi yang efektif dalam membangun kesadaran generasi muda karena pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima oleh kelompok usia yang sama,” tegasnya.

 

Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sunarto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala BNNP Jawa Tengah beserta jajaran serta menyambut baik inisiatif penguatan implementasi IKAN di Jawa Tengah. “Selamat datang kepada Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah beserta jajaran. Kami memandang persoalan narkoba sebagai ancaman serius yang harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut masa depan generasi penerus bangsa,” ujarnya.

 

Sunarto menjelaskan bahwa, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah saat ini membina lebih dari 2.600 satuan pendidikan pada jenjang SMA, SMK dan SLB. Besarnya jumlah satuan pendidikan tersebut menunjukkan pentingnya sistem perlindungan yang kuat bagi peserta didik. “Risiko penyalahgunaan narkoba sangat rawan bagi anak-anak dan remaja. Semakin tinggi jenjang pendidikan, sering kali semakin beragam pula bentuk penyalahgunaan yang ditemukan. Karena itu, anak-anak harus memiliki imunitas dan daya tahan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh,” kata Sunarto.

 

Ia menegaskan bahwa, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah siap memperkuat kolaborasi dengan BNNP Jawa Tengah dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. “Dinas Pendidikan siap mendukung dan menyukseskan implementasi IKAN. Materi pendidikan anti narkoba dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang relevan seperti Bimbingan Konseling, Pendidikan Pancasila, maupun Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Selain itu juga, dapat diperkuat melalui budaya sekolah aman dan nyaman,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Sunarto menyampaikan bahwa, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah memiliki kewenangan koordinatif terhadap 35 Kabupaten/Kota, sehingga memungkinkan lahirnya kebijakan yang mendukung implementasi pendidikan insersi anti narkoba secara lebih luas dan berkelanjutan.

 

“Kami berharap program ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi segera diwujudkan dalam aksi nyata penyusunan pendidikan insersi anti narkoba. Ketika sudah masuk ke dalam sistem pembelajaran dan budaya sekolah, maka akan menjadi kebiasaan baik yang terus dijaga dan dilaksanakan secara bertanggung jawab oleh seluruh warga sekolah,” tambahnya.

 

Audiensi tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai kehidupan, serta benteng perlindungan bagi peserta didik dari berbagai ancaman sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba.

 

Melalui implementasi Program IKAN, edukasi anti narkoba diharapkan tidak lagi bersifat insidental dan seremonial, tetapi menjadi bagian yang melekat dalam proses pembelajaran, budaya sekolah, dan kehidupan sehari-hari peserta didik. Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memahami bahaya narkoba secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang sehat, berani menolak ajakan penyalahgunaan narkoba, serta mampu menjadi penggerak perubahan positif di lingkungannya.

 

BNNP Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, juga berkomitmen menindaklanjuti hasil audiensi melalui penguatan koordinasi, penyusunan langkah implementatif, pengembangan agen dan duta anti narkoba di lingkungan sekolah, peningkatan kapasitas pendidik, serta penguatan budaya sekolah yang sehat dan bebas narkoba di seluruh wilayah Jawa Tengah.

 

Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Gerakan ANANDA Bersinar (Anak Muda Indonesia Bersinar) sebagai gerakan kolektif untuk membangun generasi muda yang sehat, produktif, berkarakter, berprestasi, dan memiliki ketahanan diri yang kuat terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.

 

Dengan dukungan dunia pendidikan yang menjangkau jutaan peserta didik di Jawa Tengah, implementasi IKAN diyakini dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi emas Indonesia yang unggul, berdaya saing dan terbebas dari narkoba menuju Indonesia Bersinar. (Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock