DPU Kabupaten Sukabumi Tunda Sementara Proyek Infrastruktur Jalan

SUKABUMI || Koranprogresif.id – Dampak dari kenaikan harga bahan matrial yang cukup signifikan, dengan terpaksa proyek infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi ditunda untuk sementara waktu.
Seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, belum lama ini, dimana langkah itu diambil sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga keseimbangan antara perencanaan anggaran dan kondisi riil di lapangan, ujarnya.
Uus Pirdaus memaparkan, lonjakan harga material terjadi secara cepat dalam waktu singkat bahkan lonjakan harga aspal tercatat mencapai sekitar 30 persen hanya dalam hitungan minggu, dimana dua minggu yang lalu naik sekitar 15 persen, lalu beberapa hari kemudian naik lagi 15 persen. “Hal ini sangat berpengaruh terhadap perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang sudah kami susun,” terangnya.
Menurutnya, lonjakan harga ini dipicu oleh terganggunya rantai pasokan impor, yang salah satunya dipengaruhi oleh konflik di kawasan Timur Tengah, dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat nasional, tetapi juga langsung menyentuh proyek-proyek di daerah, bukan hanya aspal hotmix, material lain seperti semen beton juga mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada keseluruhan biaya pembangunan infrastruktur dan kenaikan ini hampir merata, dimana hotmix naik, semen beton juga ikut naik, tentunya ini mempengaruhi total biaya proyek.
“Untuk itu, DPU Kabupaten Sukabumi memilih menahan dulu untuk sementara proses lelang proyek, langkah ini dinilai penting untuk menghindari kerugian bagi penyedia jasa konstruksi akibat ketidak sesuaian harga, saat ini kami tengah melakukan penyesuaian ulang terhadap HPS agar sesuai dengan kondisi harga terbaru di lapangan, setelah proses tersebut rampung, lelang proyek akan segera kembali dibuka,” jelasnya.
Uus Pirdaus menambahkan, penyesuaian ini tidak akan berlangsung lama, pemerintah daerah berkomitmen mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur demi menjawab kebutuhan masyarakat, setelah penyesuaian selesai. “Kami akan percepat proses lelang, karena ingin mengimplementasi anggaran tahun 2026 berjalan optimal,” pungkasnya. (EK).







