Dukung “ANANDA BERSINAR”! BNNP Jateng Gandeng Sekolah dan Industri, Gen Z Diajak Lawan Narkoba Sejak Dini

SEMARANG || Koranprogresif.id — Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak Bersih Dari Narkoba), Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan yang lebih humanis, edukatif, dan berbasis keluarga.
Salah satu implementasi nyata gerakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi bertajuk “Generasi Sehat Tanpa Narkoba, Generasi Herbal: Saatnya Gen Z Mengenal Herbal” yang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Semarang, Rabu (8/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) hasil kolaborasi antara Tribun Jateng, SMA Negeri 5 Semarang dan PT. Bintang Toedjoe, dengan menghadirkan berbagai narasumber, diantaranya ada BNNP Jawa Tengah dan Balai Besar POM (BBPOM) di Semarang.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat, diikuti oleh para siswa sebagai representasi Gen Z yang menjadi fokus utama dalam penguatan karakter, kesehatan, serta ketahanan terhadap pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Dalam paparannya, Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H, M.H, menegaskan bahwa, Gerakan ANANDA Bersinar merupakan tonggak transformasi P4GN menuju pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada keluarga. “Gerakan Nasional ANANDA Indonesia Bersinar adalah langkah transformasi P4GN. Kita tidak lagi hanya berbicara soal penindakan, tetapi membangun ketahanan sejak dari anak dan keluarga. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan sekolah,” terangnya.
Beliau juga menekankan bahwa, meningkatnya keterlibatan pelajar dalam kasus narkoba menjadi alarm serius bagi semua pihak. “Data menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan pelajar dalam kasus narkoba. Ini menjadi alarm bahwa sekolah harus menjadi benteng, bukan celah. Kita hadir untuk memperkuat ketahanan diri generasi muda agar mampu mengatakan tidak terhadap narkoba,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pendekatan disiplin positif yang mendidik. Pendekatan yang dilakukan harus humanis dan edukatif. Disiplin yang dibangun harus mendidik, bukan menghukum. BNN ingin membentuk generasi yang sadar, kuat, dan berkarakter. “Pola hidup sehat adalah benteng awal pencegahan. Gaya hidup sehat adalah fondasi. Ketika generasi muda memahami apa yang mereka konsumsi dan mulai memilih alternatif yang lebih aman, seperti herbal, maka mereka akan lebih kuat dalam menghadapi pengaruh negatif, termasuk narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BBPOM di Semarang, Dra. Rustyawati, Apt., M.Kes.Epid, menegaskan bahwa, literasi kesehatan menjadi kunci penting dalam melindungi generasi muda dari risiko penyalahgunaan obat dan zat berbahaya. “Generasi muda harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat. Jangan sembarangan minum obat tanpa indikasi yang jelas, tanpa resep, atau hanya karena ikut-ikutan tren. Hal ini berisiko menimbulkan dampak kesehatan bahkan bisa mengarah pada penyalahgunaan,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa, pemahaman yang benar tentang penggunaan obat, termasuk obat bahan alam, merupakan bagian dari upaya preventif dalam menjaga kesehatan sekaligus mendukung pencegahan penyalahgunaan zat. “Obat, baik modern maupun bahan alam, harus digunakan secara rasional. Artinya tepat indikasi, tepat dosis dan sesuai aturan. Jika digunakan tidak sesuai, justru bisa membahayakan kesehatan dan membuka peluang penyalahgunaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa, tidak semua produk yang beredar aman untuk dikonsumsi, terutama jika tidak memiliki izin edar resmi. Sebagai langkah praktis, ia mengajak seluruh peserta untuk membiasakan prinsip cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kadaluwarsa). “Generasi muda harus kritis. Jangan mudah percaya pada klaim instan atau rekomendasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan setiap produk yang dikonsumsi telah terdaftar dan diawasi, agar terhindar dari risiko kesehatan maupun penyalahgunaan,” pesannya.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung, mulai dari sesi diskusi, tanya jawab, hingga partisipasi dalam berbagai rangkaian edukasi. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya hidup sehat, memahami apa yang dikonsumsi, serta menjauhi narkoba sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masa depan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa, pendekatan edukatif yang interaktif dan relevan dengan gaya hidup Gen Z mampu menjadi sarana efektif dalam menyampaikan pesan pencegahan secara lebih membumi dan mudah diterima.
BNNP Jawa Tengah berharap, kegiatan kolaboratif berbasis CSR ini dapat terus diperluas dan direplikasi di berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi nasional dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter dan berdaya saing. Melalui sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, media dan sektor swasta, diharapkan tercipta ekosistem yang kuat dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini. Upaya ini sejalan dengan semangat Gerakan Nasional ANANDA Bersinar, yang menempatkan anak dan keluarga sebagai pusat dalam membangun ketahanan bangsa menuju Indonesia yang bersih dari narkoba. (Red).











