EMIS 4,0 error’, PGSI Desak Kemenag Evaluasi Vendor yang Rugikan Jutaan Guru dan Siswa

SEMARANG || Koranprogresif.id – “Sejak awal penggunaan EMIS 4,0 sistem ini sudah menimbulkan kegaduhan, kendala, crash, akses lambat, hingga ketidaksesuaian data akibat ketidakmampuan sistem yang mengintegrasikan data dari Simpatika ke EMIS, jika ini dibiarkan, akan merugikan ribuan guru dan siswa”.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua PGSI Demak, yang juga sebagai Wakil Ketua satu PW PGSI Jawa Tengah, Noor Salim, jelang buka puasa di RM Abuya Kebuli Jl. Fatmawati Sendangguwo Semarang, melalui teleconfrence kepada sejumlah awak media, Selasa petang (4/3/2025).
Sebagaimana diketahui bahwa, Direktorat GTK Madrasah Kementerian Agama, secara resmi menggantikan Simpatika, aplikasi Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk mengelola data guru dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah, digantikan pada bulan Januari 2025.
Langkah tersebut awalnya dilakukan oleh Kemenag dengan tujuan untuk memodernisasi dan meningkatkan efisiensi pengelolaan data kependidikan di Madrasah.
Namun dalam perjalanannya, EMIS 4,0 dilaporkan sering mengalami gangguan seperti crash, akses lambat, atau ketidaksesuaian data.
Lebih lanjut, Noor Salim menjelaskan bahwa, permasalahan ini bisa disebabkan kurangnya kesiapan infrastruktur teknologi.
“Bisa saja, permasalahan error’ EMIS diakibatkan kurangnya infrastruktur teknologi, seperti kapasitas server EMIS 4,0 yang tidak memadai, atau arsitektur sistem yang belum optimal untuk menangani volume data kependidikan yang besar dan kompleks,” tutur Noor Salim yang juga sebagai Ketua Dewan Pakar HIPKA.
Maka EMIS 4,0, lanjutnya, harus mampu bekerja mengintegrasikan berbagai layanan data kependidikan dari sistem Simpatika yang ada sebelumnya. “Namun faktanya hingga masuk bulan ketiga, EMIS masih error’, untuk itu Kemenag RI perlu mengevaluasi, bila perlu meminta ganti rugi kepada Vendor,” pungkas Salim. (Red).





