Era Presiden HM. Soeharto Hampir Tidak Ada Kelangkaan BBM, Apalagi Antre Hingga Meninggal

JAKARTA || Koranprogresif.id – Kelangkaan BBM solar meluas. Antrean memanjang berjam-jam hingga karena kelelahan sopir truk meninggal dunia karena antre. Ini membuat miris. Era kepemimpinan Presiden RI ke-2 Bapak HM. Soeharto tidak pernah terjadi, karena beliau tegas. Pemain migas nakal dan korup disikat habis.
“Presiden Prabowp Subianto harus meniru langkah Presiden RI ke Bapak HM. Soeharto untuk benahi Pertamina. Jika tidak tegas amputasi mafia migas dan membiarkan kartel bermain, maka kelangkaan BBM akan terus terjadi, karena BBM dikendalikan mafia oligarki,” tegas Kerua Umum Partai Parsindo (Partai Swara Ralyat Indonesia), KRH. HM. Jusuf Rizal, SH kepada media di Jakarta, Jum’at (17/7).
Pernyataan itu disampaikan Jusuf Rizal, SH, Relawan Prabowo itu menjawab peryanyaan media tentang kelangkaan BBM Solar diberbagai daerah yang membuat salah satu supir truk kelelahan antri sehingga meninggal dunia. Ini menurut Jusuf Rizal kegagalam Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Sebagaimana dilansir media, Peristiwa supir truk meninggal saat mengantre solar di SPBU terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Korban yang bernama Amri (50) meninggal dunia di balik kemudi diduga akibat kelelahan luar biasa setelah terjebak antrean berjam-jam guna mengisi BBM Solar
Menurut Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak itu, meninggalnya pengemudi angkutan logistik sudah masuk taraf memprihatinkan. Ini menjadi warning ada kelangkaan BBM Solar bersubsidi bagi kendaraan angkutan logistik. Ini akan dapat mengganggu laju ekonomi bangsa. “Jika terus menerus dipastikan pemerintahan Prabowo Subianto tidak akan bertahan lama. Rakyat jika sudah kenyangkut kepentingan dasar perut, akan mudah memantik instabilitas. Sebaiknya Presiden Prabowo segera evaluasi,” tegas Jusuf Rizal, Ketum FSPTSI (Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI)-KSPSI itu.
Jusuf Rizal mengusulkan langkah taktis yaitu brangus habis kartel mafia migas. Dana MBG (Makan Bergizi Gratis), Koperasi Desa Merah Putih dan Agrinas dikurangi dan dialihkan ke subsidi BBM Solar. Potong subsidi BBM kementerian, pejabat, angota dewan, TNI dan Polri. Ganti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia karena telah gagal kendalikan
“Saatnya Presiden Prabowo tidak perlu berkoar-koar, tanpa hasil. Lebih baik bertindak tegas dan senyap. Karena rakyat dibawah semakin Prabowo banyak bicara tanpa bukti, akan menjadi kotraproduotif,” tegas Jusuf Rizal pria penggiat anti korupsi itu
Jusuf Rizal juga mengusilkan, agar Prabowo Ambil langkah taktis dengan potong gaji pejabat setingkat Direktur dan komisaris, Dewan aperwakilan Rakyat, berhentikan pejabat yang tidak produktif yang membebani keuangan negara. Hapus jabatan rangkap, sebab itu kenjadi kebocoran yang dilegalkan.
“Nah duit penghematan itu bisa buat alokasi subsidi BBM Solar bagi angkutan logistik agar tidak menghambat distribusi logistik ke berbagai propinsi,” tegas Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu. (Red).











