Festival Kepatihan 2 Semarakkan HUT ke-599 Cirebon, Kereta Paksi Naga Liman Jadi Magnet Warga

KOTA CIREBON – Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Cirebon ke-599, Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, menggelar Festival Kepatihan 2 yang diramaikan dengan kirab budaya, Sabtu (20/6/2026).
Ribuan warga tampak memadati kawasan Kelurahan Pekalipan sejak pagi untuk menyaksikan arak-arakan budaya yang telah menjadi agenda tahunan tersebut.
Antusiasme masyarakat semakin tinggi dengan hadirnya Kereta Paksi Naga Liman milik Keraton Kanoman yang menjadi daya tarik utama festival.
Camat Pekalipan, Yoga Pramono, mengatakan kirab budaya tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua sejak pertama kali digelar pada tahun lalu.
”Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kirab dalam salah satu rangkaian Festival Kepatihan. Jadi ini adalah kirab yang kedua kali setelah tahun kemarin yang pertama kita laksanakan,” kata Yoga.
Menurutnya, keistimewaan Festival Kepatihan 2 terletak pada besarnya partisipasi masyarakat serta dukungan dari Keraton Kanoman yang menghadirkan Kereta Paksi Naga Liman ke tengah-tengah warga.
”Keistimewaannya alhamdulillah kegiatan ini peran serta masyarakatnya sangat besar, ditambah ada dukungan dari Mama Patih Qodiran untuk mengeluarkan Paksi Naga Liman dari Keraton Kanoman,” ujarnya.
Yoga menjelaskan, peserta kirab berasal dari seluruh RW di Kelurahan Pekalipan. Selain menampilkan berbagai kesenian tradisional, masing-masing RW juga menghadirkan ogoh-ogoh dengan tema yang berbeda.
Ia berharap Festival Kepatihan dapat terus diselenggarakan secara rutin dan berkembang menjadi salah satu agenda wisata budaya tahunan di Kota Cirebon.
”Harapannya, untuk festival ini ke depan bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahun,” harapnya.
Sementara itu, Lurah Pekalipan, Mimin Minarsih, mengatakan kirab budaya menjadi agenda utama dalam Festival Kepatihan II dengan melibatkan seluruh RW, mulai dari RW 1 hingga RW 12.
”Agenda hari ini adalah arak-arakan. Kita bersama RW dari RW 1 sampai RW 12,” kata Mimin.
Kirab mengambil rute dari depan Kantor Kelurahan Pekalipan, melintasi sejumlah ruas jalan di wilayah setempat, kemudian kembali ke titik awal.
Menurutnya, setiap RW menampilkan kreativitasnya melalui ogoh-ogoh dan atraksi budaya yang mengangkat tema berbeda.
”Semua RW menampilkan masing-masing ogoh-ogoh yang bertema masing-masing yang ada di RW. Jadi semua RW itu tidak sama temanya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, tingginya antusiasme masyarakat tidak lepas dari keterlibatan langsung warga dalam penyelenggaraan festival. Sejak awal, pihak kelurahan memberikan kepercayaan penuh kepada para ketua RW untuk mengelola kegiatan.
”Dari awal saya dari kelurahan menyerahkan sepenuhnya kepanitiaan ini ke RW. Masyarakat ini sangat antusias sekali untuk penampilan yang lebih indah, lebih bagus dari tahun kemarin,” katanya.
Mimin menambahkan, terselenggaranya Festival Kepatihan II juga merupakan hasil kolaborasi antara Kelurahan Pekalipan dengan Keraton Kanoman yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan.
”Alhamdulillah, pihak Keraton Kanoman sangat mendukung acara ini,” ujarnya.
Patih Keraton Kanoman, Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, mengatakan kehadiran Kereta Paksi Naga Liman dalam Festival Kepatihan merupakan bentuk komitmen Keraton Kanoman dalam mendukung pelestarian budaya dan tradisi Cirebon.
Menurutnya, Festival Kepatihan memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan daerah sehingga perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
”Saya sangat peduli untuk meningkatkan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Cirebon. Karena itu saya tidak tanggung-tanggung untuk bisa mengeluarkan Kereta Paksi Naga Liman untuk memeriahkan Festival Kepatihan,” ujarnya.
Ia berharap Festival Kepatihan terus berkembang dan semakin meriah pada tahun-tahun mendatang. Bahkan, ia menyatakan siap kembali mendukung penyelenggaraan festival berikutnya.
”Mudah-mudahan nanti ke depan, untuk Festival Kepatihan yang ketiga, saya akan bergabung lagi untuk mengajak yang lain untuk menampilkan yang lebih meriah kembali,” pungkasnya. (RN)


