Ragam

FSKEP Demak Soroti Maraknya Pekerja Asing di Jatengland, Buruh Lokal Tersisih

Ketua FSKEP Kabupaten Demak, Poyo, saat orasi. (Foto Ist).

DEMAK – Koranprogresif.id – Ketua Federasi Serikat Pekerja Energi dan Pertambangan (FSKEP) Kabupaten Demak, Poyo, menyuarakan keresahan para buruh terkait maraknya pekerja asing yang mendominasi kawasan industri Jatengland di Demak.

Menurutnya, kondisi ini menimbulkan ketidakadilan bagi tenaga kerja lokal yang masih banyak menganggur.

“Kalau masuk ke Jatengland, bisa dilihat sendiri bagaimana tenaga kerja asing (TKA) keluar masuk. Bahkan banyak dari mereka yang menikah dengan warga Demak. Masalahnya, legal atau ilegal kita tidak tahu. Sementara teman-teman buruh lokal banyak yang belum mendapatkan pekerjaan,” ungkap Poyo melalui video unggahannya yang beredar di medsos & group-group Whatshap, Selasa (9/9/2025).

Ia menilai, pemerintah daerah, baik Kabupaten Demak maupun Jawa Tengah, harus segera turun tangan melakukan pengecekan. Poyo menuding, praktik pengupahan di kawasan tersebut jauh dari aturan yang berlaku.

“Upah pekerja asing di sana pasti tidak mungkin sesuai UMK, yang hanya sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta. Bisa dipastikan di atas Rp6 juta. Sementara buruh lokal justru sulit masuk. Ini pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah,” tegasnya.

FSKEP Demak telah mengajukan audiensi dengan Bupati Demak dan berencana menyampaikan aspirasi ke DPR, jika masalah ini tidak ditindaklanjuti.

Poyo juga menyebut, tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi turun ke jalan. “Mudah-mudahan dengan konsep yang kami sampaikan, pemerintah segera menanggapi. Kalau tidak, kami siap aksi di Demak, apapun risikonya. Kami ingin Demak bangkit dan buruh lokal diberi prioritas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerin) Demak, Drs. Agus Kriyanto, saat di konfirmasi (2/9) terkait pernyataan Ketua Federasi Serikat Pekerja Energi dan Pertambangan (FSKEP) Kabupaten Demak, Poyo yang viral di medsos, membenarkan kalau disana rata-rata perusahaan yang baru berdiri dan masih butuh transfer knowledge dengan kualifikasi setingkat middle management. Namun pihak Pemda melalui Disnaker melakukan pendekatan dg HRD agar SDM & pekerja lokal Demak di akomodir & prioritas. “Rencananya pada tanggal 30 September nanti akan melakukan jobfair dan banyak dari mereka yang nanti akan kita gandeng. Jumlah loker kurang lebih 2000 termasuk nanti untuk teman-teman difabel,” ungkap Agus.

Agus Kriyanto menambahkan, saat ini Pemda melalui Disnakerin akan mendorong pekerja lokal & khususnya Demak untuk Industri yang ada diwilayah Demak. Khusus di Jatengland belum terdata semua, sementara hanya WNA. “Untuk saat ini kegiatan di Jatengland masih ada beberapa dalam tahap konstruksi,” tutupnya. (Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock