Hari Indonesia Menabung 2026, OJK Cirebon Perkuat Sinergi Cetak Generasi Cerdas Keuangan

CIREBON – Koranprogresif.id – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, asosiasi industri, serta pelaku usaha jasa keuangan untuk membangun budaya menabung dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Kabupaten Cirebon, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 540 siswa Sekolah Rakyat dengan mengusung semangat membangun kebiasaan menabung dan kecakapan mengelola keuangan sejak usia dini.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Cirebon, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Wali Kota Cirebon yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Bupati Majalengka yang diwakili Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Kepala Sekolah Rakyat, serta Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Komisariat Cirebon bersama sejumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR).
Bupati Cirebon mengapresiasi OJK Cirebon dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Hari Indonesia Menabung 2026.
Menurutnya, budaya menabung perlu ditanamkan sejak dini karena tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan uang, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi muda.
Menabung, kata dia, mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menentukan prioritas, serta membangun kebiasaan merencanakan masa depan.
“Menabung bukan sekadar menyisihkan uang. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menentukan prioritas, dan kebiasaan merencanakan masa depan. Karena itu, budaya menabung harus kita tanamkan sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter anak-anak kita,” ujar Bupati Cirebon.
Ia juga menilai keberadaan Sekolah Rakyat menjadi ruang strategis dalam membangun karakter, kemandirian, dan kecakapan hidup peserta didik, termasuk kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
Pemerintah Kabupaten Cirebon, lanjutnya, mendukung penguatan sinergi bersama OJK dan industri jasa keuangan dalam memperluas edukasi serta akses keuangan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon turut menekankan pentingnya membangun budaya menabung sejak usia pelajar sebagai bagian dari pembentukan perilaku keuangan yang sehat.
Menurutnya, edukasi keuangan harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak agar pemahaman mengenai pentingnya menabung dapat berkembang menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon. Ia mengapresiasi pelaksanaan HIM 2026 yang menjadikan pelajar sebagai salah satu sasaran utama edukasi keuangan.
“Literasi keuangan bukan hanya tentang bagaimana anak-anak mengenal dan menggunakan uang, tetapi juga bagaimana mereka belajar menentukan prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta bertanggung jawab terhadap keputusan keuangannya. Karena itu, edukasi seperti ini penting untuk terus diperkuat sejak lingkungan sekolah,” ujarnya.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka 66,64 persen. Sementara indeks inklusi keuangan juga mengalami peningkatan dari 92,74 persen pada 2025 menjadi 93,61 persen pada 2026.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk serta layanan jasa keuangan.
Namun demikian, peningkatan literasi dan inklusi perlu diiringi dengan penguatan perilaku keuangan yang sehat agar masyarakat dapat menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib mengatakan Hari Indonesia Menabung menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam mencetak generasi yang cerdas dan berdaya secara finansial.
OJK Cirebon terus mendorong edukasi keuangan yang konsisten dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak melalui penguatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), program inklusi keuangan bagi pelajar, serta pengembangan budaya menabung dan kepemilikan rekening sejak usia sekolah.
“Kami ingin Hari Indonesia Menabung tidak berhenti sebagai sebuah momentum tahunan. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan kebiasaan. Karena ketika menabung sudah menjadi kebiasaan sejak dini, anak-anak akan belajar mengelola keuangan, memahami kebutuhan dan keinginan, serta mulai merencanakan masa depan,” ujar Kepala OJK Cirebon.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi 529 siswa Sekolah Rakyat dalam rangkaian kegiatan HIM 2026.
Pembukaan rekening tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi para siswa untuk mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan formal sekaligus membangun kebiasaan menabung secara konsisten sejak usia dini.
Perbarindo Komisariat Cirebon bersama industri BPR turut mendukung pelaksanaan HIM 2026 melalui penguatan budaya menabung dan inklusi keuangan.
Kolaborasi tersebut memperkuat peran BPR/BPRS sebagai lembaga jasa keuangan yang dekat dengan masyarakat, tidak hanya dalam menyediakan akses layanan keuangan, tetapi juga dalam memberikan edukasi dan membentuk kebiasaan menabung.
Sementara itu, pemilihan Sekolah Rakyat sebagai lokasi puncak HIM 2026 menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan kecakapan hidup peserta didik.
Melalui edukasi dan pengenalan budaya menabung, siswa diharapkan mampu membangun kebiasaan keuangan yang baik dan menerapkannya di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Peran guru dan orang tua juga dinilai penting dalam memberikan keteladanan serta pendampingan agar kebiasaan positif tersebut dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi industri jasa keuangan dalam memperkuat budaya menabung serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pelajar, OJK Cirebon memberikan penghargaan kepada Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang menunjukkan capaian terbaik dalam mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan edukasi keuangan bagi pelajar di wilayah Ciayumajakuning.
Untuk kategori KEJAR Termasif, penghargaan diberikan kepada Perumda BPR Majalengka untuk kategori BPR/BPRS dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KC Majalengka untuk kategori bank umum.
Kategori KEJAR Tertinggi diraih PT Perseroda BPR Kuningan untuk kategori BPR/BPRS dan PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk KC Kuningan untuk kategori bank umum.
Sedangkan untuk kategori Financial Literacy Award (FLA) Segmen Pelajar, penghargaan diberikan kepada PT Perseroda BPR Kuningan untuk kategori BPR/BPRS dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Cirebon untuk kategori bank umum.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi industri jasa keuangan untuk terus memperluas implementasi KEJAR dan meningkatkan edukasi keuangan bagi pelajar di wilayah Ciayumajakuning.
Keterlibatan pemerintah daerah, KPwBI Cirebon, DPRD, dunia pendidikan, Perbarindo, dan industri jasa keuangan dalam Hari Indonesia Menabung 2026 menjadi wujud komitmen bersama untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan di wilayah Ciayumajakuning.
OJK Cirebon menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong masyarakat yang semakin cerdas, inklusif, dan terlindungi dalam menggunakan produk serta layanan jasa keuangan.
“Hari Indonesia Menabung adalah momentum untuk menanamkan satu pesan sederhana kepada generasi muda: masa depan tidak hanya dipersiapkan dengan cita-cita, tetapi juga dengan kebiasaan baik yang dilakukan sejak sekarang. Salah satunya adalah menabung dan mengelola keuangan secara bijak,” tutup Kepala OJK Cirebon. (RN)








