Indonesia Siap Memiliki Rumah Sakit Cerdas Berbasis SNI Smart Hospital
JAKARTA || Koranprogresif.id – BSN bersama Kementerian Kesehatan dan pemangku kepentingan menyusun standar nasional sebagai acuan pembangunan Smart Hospital Indonesia.
Indonesia saat ini memasuki tahap penting dalam transformasi fasilitas pelayanan kesehatan melalui penyusunan SNI Smart Hospital sebagai acuan nasional pembangunan rumah sakit cerdas.
Konsep Smart Hospital telah mulai digaungkan sejak 2017 sebagai bagian dari arah transformasi layanan kesehatan Indonesia. Namun, hingga saat ini, belum terdapat rumah sakit di Indonesia yang memiliki pengakuan internasional sebagai Smart Hospital.
Kondisi tersebut bukan disebabkan karena rumah sakit tidak memiliki keinginan untuk melakukan
transformasi, melainkan karena belum tersedianya acuan nasional yang dapat menjadi referensi bersama dalam membangun dan mengembangkan Smart Hospital secara terukur.
Melalui keterangannya, Selasa (1/9), Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Donny Purnomo, menyampaikan bahwa, Indonesia membutuhkan standar yang jelas agar pembangunan rumah sakit cerdas memiliki arah yang sama dan dapat diterapkan sesuai kebutuhan nasional.
“Indonesia sudah saatnya memiliki rumah sakit cerdas berbasis SNI. Transformasi menuju Smart Hospital membutuhkan standar yang dapat menjadi acuan bagi seluruh rumah sakit dalam membangun fasilitas kesehatan masa depan,” ujar Donny Purnomo.
*Penyusunan SNI Smart Hospital sebagai Acuan Nasional*
Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama Kementerian Kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan dalam Komite Teknis 03-14 Manajemen Organisasi Pelayanan Kesehatan telah menyusun SNI Smart Hospital sebagai referensi pembangunan rumah sakit cerdas di Indonesia. Draft SNI Smart Hospital telah melalui proses pembahasan teknis dan mendapatkan persetujuan anggota Komite Teknis. Standar tersebut direncanakan ditetapkan pada September 2026 dan diluncurkan dalam rangkaian International Healthcare Engineering Forum (INAHEF) 2026 pada 17–19 September 2026 di SMESCO Indonesia, Jakarta.
*SNI Smart Hospital: Membangun Sistem Rumah Sakit yang Adaptif*
Rumah sakit cerdas kini bukan sekadar wacana, melainkan standar baru dalam layanan kesehatan masa depan. Berdasarkan SNI Smart Hospital, konsep ini mengintegrasikan empat pilar utama: sistem fisik nyata, sistem fisik maya, manajemen organisasi dan kapabilitas sumber daya manusia.
Sementara itu, menurut Prof. Eko, keterpaduan keempat komponen ini memungkinkan rumah sakit beradaptasi secara dinamis untuk memahami data, memproses informasi, hingga mengambil keputusan cepat demi menghadirkan pelayanan medis yang selamat, bermutu, aman, ramah, terjangkau, terpantau, serta terkendali bagi masyarakat.
*INAHEF 2026 Menjadi Momentum Sosialisasi SNI Smart Hospital*
International Healthcare Engineering Forum (INAHEF) 2026 akan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan SNI Smart Hospital kepada seluruh ekosistem kesehatan Indonesia.
Kegiatan ini mengundang pimpinan rumah sakit, asosiasi kesehatan, Kementerian/Lembaga, industri, tenaga kesehatan, tenaga teknik rumah sakit, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memahami arah pembangunan Smart Hospital Indonesia.
Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Donny Purnomo, menyampaikan bahwa, INAHEF 2026 menjadi kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan kesehatan untuk memahami konsep, standar, serta arah implementasi Smart Hospital berdasarkan SNI yang telah disusun.
“Kami mengundang rumah sakit, asosiasi, Kementerian dan Lembaga, industri, serta seluruh ekosistem kesehatan untuk hadir di INAHEF 2026. Forum ini menjadi ruang bersama untuk memahami bagaimana Indonesia membangun rumah sakit yang lebih cerdas, adaptif dan berkelanjutan berdasarkan standar yang telah disusun,” ujar Donny.
Dengan adanya SNI Smart Hospital, Indonesia diharapkan mampu membangun rumah sakit yang tidak hanya modern secara teknologi, tetapi juga memiliki sistem yang terintegrasi, aman, berkelanjutan dan mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. (Red).




