Industri Keuangan Per Triwulan I Hingga Pertengahan Triwulan II, OJK Mencatat Sektor Perbankan Alami Pertumbuhan Positif

CIREBON – Koranprogresif.id – Hasil kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terkait stabilitas sektor jasa keuangan sewilayah (Ciayumajakuning) per Triwulan I sampai pertengahan Triwulan II Tahun 2025 dalam kondisi stabil dan terjaga seiring dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang tumbuh positif sebesar 4,98 persen.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengungkapkan hal tersebut dalam kegiatan “Bincang Asik Seputar Sektor Jasa Keuangan” (Bancakan) yang digelar di salah satu Rumah makan di bilangan Jalan Siliwangi Kota Cirebon,Senin (26/5/2025).
Ia menyebutkan, secara umum kondisi industri keuangan di wilayah Ciayumajakuning berada dalam tren positif, meskipun terdapat pergerakan di masing-masing subsektor.
Agus Muntholib menjelaskan dari segi Sektor perbankan saat ini sedang mengalami pertumbuhan positif dari 18 Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
“Sebanyak 18 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Ciayumajakuning mengalami pertumbuhan positif sekitar 2,48% secara year to date (ytd) menjadi Rp 2.05 triliun,” ujar Agus.
Agus menyebut, Adapun dari Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk saat ini tumbuh 1,2% menjadi Rp 2.22 triliun, dan total aset meningkat 1,24% menjadi Rp2,75 triliun.
“Kinerja positif dalam penghimpunan dana dan penyaluran kredit telah terjadi peningkatan laba sebesar 146,49 persen menjadi Rp16,5 miliar,” Sebutnya.
Sementara itu, dari sisi Capital Adequacy Ratio (CAR) BPR saat ini mengalami penurunan 15,52% menjadi 16,06%. Adapun dari sisi kualitas kredit bermasalah (NPL) sedikit mengalami penurunan sebesar 1,57% menjadi 18,89%.
“Perubahan tersebut berasal dari penyaluran kredit masih didominasi dari sektor perdagangan non-usaha dan pertanian,” ucapnya.
Agus pun mengungkapkan beragam situasi Kinerja di
Sektor Perbankan (Kantor Cabang Bank Umum dan Bank Umum Syariah).
“Selama periode Maret ada 29 kantor cabang bank umum yang mencatat penurunan kinerja yang mengalami penurunan kredit sebesar 11,67% menjadi Rp 47,9 triliun,”ungkapnya.
Sementara itu dari sisi DPK mengalami penurunan di angka 7,73% menjadi Rp 39,74 triliun dan laba tergerus sebanyak 68,06% menjadi Rp 492,82 miliar. Meskipun demikian, untuk rasio NPL masih relatif terkendali di angka 3,07%.
Ia juga menyebut, Secara regional porsi penyaluran Kredit KC Bank Umum di Wilayah Kantor OJK Cirebon terhadap penyaluran kredit Bank Umum di Jawa Barat per Maret 2025 sebesar 8,48 persen
“DPK yang dihimpun KC Bank Umum di Wilayah Kantor OJK Cirebon sebesar 6,42 persen; serta porsi aset KC Bank Umum di Wilayah Kantor OJK Cirebon sebesar 6,89 persen dibanding aset Bank Umum di Jawa Barat,” sebutnya.
Sementara itu, Per Maret 2025, kinerja 5 KC Bank Umum Syariah di Wilayah Kantor OJK Cirebon mengalami peningkatan pertumbuhan yang cukup baik secara ytd yang tercermin dari beberapa indikator yang terdiri dari Aset dan DPK serta Non-performing Loan (NPL).
“Pertumbuhan itu tercermin dari indikator Kredit yang disalurkan meningkat cukup signifikan sebesar 59,21 persen menjadi Rp6,89 triliun. Dan dari segi Aset dan DPK masing-masing meningkat sebesar 41,35% menjadi Rp 6,95 triliun dan 14,60% menjadi Rp 5,23, triliun. Sementara dari NPL masih terjaga meskipun terdapat penurunan 1,11% menjadi 2,88%,” jelas Agus saat memaparkan.
Agus pun menambahkan, Secara regional, porsi penyaluran Kredit KC Bank Umum Syariah di Wilayah Kantor OJK Cirebon terhadap penyaluran kredit Bank Umum Syariah di Jawa Barat per Maret 2025 sebesar 10,43 persen.
“Dari data yang dihimpun oleh Bank Umum Syariah serta porsi aset KC Bank Umum Syariah di Jawa Barat yang berada di Wilayah Kantor OJK Cirebon sebesar 8,90 persen dibanding aset Bank Umum Syariah di Jawa Barat,” pungkasnya. (Roni)










