Pemerintahan

Jateng Tak Boleh Kalah dari Narkoba, BNNP Gandeng Gubernur Ahmad Luthfi Perkuat P4GN Melalui Ananda Bersinar

SEMARANG || Koranprogresif.id – Perang melawan narkotika di Jawa Tengah memasuki babak baru. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengakselerasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus membangun benteng perlindungan bagi generasi muda melalui gerakan ANANDA Bersinar.

 

Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam audiensi Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K, S.H, M.Hum dengan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H, S.St.M.K. di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026).

 

Audiensi yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Kepala BNNP Jawa Tengah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, Harso Susilo, S.T, M.M, serta jajaran Pejabat Utama BNNP Jawa Tengah.

 

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah pemerintah daerah dan BNN dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang semakin membutuhkan penanganan secara terpadu.

 

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K, S.H, M.Hum, menyampaikan bahwa, persoalan narkotika tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum. Pencegahan harus diperkuat dari hulu dengan membangun ketahanan keluarga, satuan pendidikan, lingkungan masyarakat, hingga lingkungan pemerintahan.

 

“Permasalahan narkotika merupakan tanggung jawab bersama. BNN tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi sangat penting untuk memperkuat pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Agus Rohmat.

 

Menurut Agus, kolaborasi dengan pemerintah daerah harus diterjemahkan dalam program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Edukasi mengenai bahaya narkotika tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi harus diarahkan untuk membangun ketahanan masyarakat sehingga mampu mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini.

 

Dalam konteks tersebut, ANANDA Bersinar menjadi salah satu pendekatan strategis yang perlu diperkuat. Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA) Bersinar menempatkan anak dan generasi muda sebagai bagian penting dari upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, tangguh dan memiliki daya tahan terhadap ancaman narkotika.

 

“Kami berharap sinergi ini semakin diperkuat melalui berbagai program bersama, mulai dari edukasi dan sosialisasi, penguatan ketahanan keluarga dan masyarakat, deteksi dini, rehabilitasi, hingga pemberdayaan masyarakat. Kita ingin memastikan pencegahan dimulai sejak dini, dari anak-anak dan lingkungan terdekat mereka,” tegas Agus.

 

Ia menambahkan, gerakan ANANDA Bersinar tidak hanya menjadi program BNN, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat.

 

“Anak-anak kita adalah masa depan Jawa Tengah dan Indonesia. Karena itu, mereka harus kita lindungi bersama. Jangan sampai narkotika merampas masa depan generasi yang sedang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

 

Sedangkan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H, S.St.M.K, menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat sinergi dengan BNNP Jawa Tengah dalam pelaksanaan P4GN.

 

Menurut Ahmad Luthfi, ancaman narkotika membutuhkan respons bersama karena dampaknya tidak hanya menyentuh persoalan hukum, tetapi juga kesehatan, pendidikan, ketahanan keluarga, produktivitas masyarakat, hingga masa depan generasi muda.

 

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu mendukung penuh upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Sinergi antara pemerintah daerah dan BNN harus terus diperkuat agar program P4GN dapat dilaksanakan secara lebih terintegrasi dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Ahmad Luthfi.

 

Ia menekankan bahwa, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin, terutama dengan memperkuat peran keluarga dan lingkungan pendidikan.

 

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan generasi muda. Pemerintah daerah bersama BNN dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir memberikan edukasi serta menciptakan lingkungan yang sehat, produktif dan bebas dari narkoba,” lanjutnya.

 

Menurut Ahmad Luthfi, pembangunan Jawa Tengah tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat, terutama generasi muda, tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman dan memiliki ketahanan sosial.

 

Karena itu, penguatan program P4GN harus menjadi bagian dari kerja bersama lintas sektor. Pemerintah Provinsi akan terus mendorong keterlibatan perangkat daerah dalam mendukung berbagai program pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, maupun upaya pemberantasan sesuai kewenangan masing-masing.

 

Dalam audiensi tersebut, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Harso Susilo, S.T, M.M, turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan koordinasi antara BNNP Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

 

Harso menilai, persoalan narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena ancamannya dapat masuk ke berbagai lapisan kehidupan.

 

“Bakesbangpol Jawa Tengah siap mendukung penguatan koordinasi dalam pelaksanaan P4GN. Pencegahan narkotika membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, sehingga sinergi antara pemerintah, BNN, masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan pemangku kepentingan lainnya harus terus dibangun,” jelas Harso.

 

Ia menambahkan bahwa, pendekatan kolaboratif harus terus dikembangkan agar upaya P4GN tidak hanya berorientasi pada penanganan setelah terjadi penyalahgunaan, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat sejak awal.

 

“Ketahanan masyarakat harus menjadi bagian penting dari strategi pencegahan. Kita perlu membangun lingkungan yang mampu mengenali, mencegah, dan merespons ancaman narkotika sejak dini,” tambahnya.

 

Penguatan sinergi tersebut juga diarahkan pada lingkungan pemerintahan. Seluruh perangkat daerah diharapkan dapat mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan P4GN, sekaligus membangun lingkungan kerja yang sehat, berintegritas dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

 

Aparatur Sipil Negara (ASN) juga diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus agen perubahan dalam menyampaikan pesan pencegahan kepada masyarakat. Dengan demikian, P4GN tidak hanya menjadi agenda BNN, tetapi menjadi gerakan bersama yang terintegrasi dalam berbagai sektor pembangunan daerah.

 

Di sisi lain, penguatan ANANDA Bersinar menjadi penting karena ancaman narkotika harus diputus sejak generasi paling muda. Edukasi yang tepat, ketahanan keluarga, lingkungan sekolah yang aman, serta ruang tumbuh yang sehat menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mencegah anak-anak terpapar penyalahgunaan narkotika.

 

Melalui ANANDA Bersinar, pesan pencegahan diharapkan semakin dekat dengan kehidupan anak dan keluarga. Anak tidak hanya diposisikan sebagai objek perlindungan, tetapi juga sebagai bagian dari generasi yang memiliki pengetahuan, keberanian, dan kepedulian untuk menjauhi narkotika.

 

BNNP Jawa Tengah berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat empat pendekatan P4GN, yakni promotif, preventif, rehabilitatif dan represif sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

 

Audiensi ini sekaligus menegaskan satu pesan: perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri.

 

BNNP Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bakesbangpol, perangkat daerah, satuan pendidikan, keluarga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat harus bergerak dalam satu barisan.

 

Dengan sinergi yang semakin kuat, Jawa Tengah diharapkan mampu membangun benteng pertahanan masyarakat yang lebih kokoh terhadap ancaman narkotika sekaligus memperluas ekosistem Jawa Tengah Bersinar. (Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock