Ketua Yayasan Tri Praja Bakti SMK Pariwisata Bantul, Ratas Dengan Kadisdikpora DIY

YOGYAKARTA || Koranprogresif.id — Ketua Yayasan Tri Praja Bakti SMK Pariwisata Bantul Yogyakarta, H. Edi Murjita, didampingi oleh Wakil Ketua I, K.H.M. Muhammad Rofik Mualimin, Lc., M.Pd.I, menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Drs. Suhirman, M.Pd., yang digelar pada hari ini, Senin (25/8), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Dikpora DIY ini merupakan bagian dari agenda strategis untuk memperkuat sinergi antara yayasan penyelenggara SMK dengan pemerintah daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan pendidikan kejuruan di era digital dan globalisasi.
Dalam sambutannya, H. Edi Murjita menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dinas Dikpora dalam membuka ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dengan yayasan.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam pengembangan kurikulum berbasis industri dan peningkatan mutu lulusan SMK yang siap kerja,” ujarnya.
Wakil Ketua I, K.H.M. Muhammad Rofik Mualimin, Lc., M.Pd.I menambahkan pentingnya pembinaan berkelanjutan terhadap tenaga pendidik serta peningkatan fasilitas penunjang praktik siswa. Ia menekankan, sektor pariwisata memerlukan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter dan etika kerja yang unggul.
Sementara itu, Kadisdikpora DIY, Drs. Suhirman, M.Pd., dalam pemaparannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong revitalisasi SMK.
“Kami terus mendorong link and match antara SMK dan dunia industri agar lulusan dapat langsung diserap oleh pasar kerja,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan yayasan dalam mendukung kebijakan nasional maupun lokal, terutama dalam hal sertifikasi kompetensi dan peningkatan akreditasi sekolah.
Rapat ini turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai yayasan yang menaungi SMK se-Provinsi DIY. Dalam diskusi terbuka, para peserta menyampaikan masukan terkait berbagai isu, mulai dari kebutuhan sarana prasarana, penguatan manajemen sekolah, hingga strategi menghadapi tantangan global dalam dunia pendidikan vokasi.
Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, serta ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama lintas lembaga demi kemajuan pendidikan kejuruan di DIY. (MRM/Red).




